Antusias Warga Garut Sambut KAI Setelah 40 Tahun Tak Beroperasi

Tampak depan dari Stasiun Garut yang kembali beroperasi semenjak 25 Maret 2022. ( Instagram.com / @stasiun_garut)

TURISIAN.com – Antusiasme warga Garut sambut KAI begitu terasa. Tidak saja mereka yang kemudian memutuskan menggunakan jasa transportasi massal ini.

Tetapi, warga yang dilewati kereta api spontan melambaikankan tangan menyambut kehadairan Kereta Api Indonesia (KAI) di kota tersebut.

Maklum,  hampir 40 tahun lamanya warga Garut tidak bisa menikmati fasilitas KAI sebagai sarana transportasi.

Itu sebabnya, antusiasme yang tinggi dari masyarakat Garut nampak terlihat jelas setelah KAI kembali beroperasi di kota tersebut pada 25 Maret 2022 yang lalu.

Menyikapi hal tersebut, Joni Martinus selaku VP Public Relations KAI mengaku bahwa dirinya sangat mengapresiasi antusiasme yang diberikan oleh warga Garut.

BACA JUGA: Berburu Oleh-oleh di Sentra Kerajinan Kulit Sukaregang Garut

Bahkan, lebih lanjut dirinya juga berkeyakinan bahwa hadirnya KAI di Kota Garut bisa mengurangi tingkat kemacetan kota.

Serta turut memberikan sarana transportasi yang efisien dan terjangkau bagi para pelanggannya.

“KAI amat mengapresiasi antusiasme dari masyarakat Garut atas kehadiran kembali transportasi ini. Setelah hampir 40 tahun lamanya tidak beroperasi di Garut,” ungkap Joni Martinus seperti dikutip Turisian.com dari Antaranews, Sabtu 9 April 2022.

“Dengan hadirnya kereta api ini akan mengurangi tingkat kemacetan kota serta memberikan solusi trasnportasi yang cukup efisien dan terjangkau bagi para pelanggan,” sambungnya.

Rute Kereta Garut

Dari berbagai rute yang ada, jumlah pelanggan yang menggunakan KA Cikuray relasi Garut – Pasar Senen PP serta KA Garut Cibatuan relasi Garut – Purwakarta PP cukup banyak.

Terhitung mulai 25 Maret hingga 7 April 2022 saja volume pelanggan KA Cikuray relasi Garut – Pasar Senen PP rata-rata sebanyak 705 per hari.’

BACA JUGA: Puasa di Garut, Ini 10 Tempat Ngabuburit Menarik untuk Kaum Muda

Sementara puncaknya terjadi pada 27 Maret, yaitu sebanyak 1.144 pelanggan, dan rata-rata okupansi KA Cikuray di periode tersebut sebesar 63 persen.

Kemudian, dilanjutkan  Joni Martinus karena adanya pelanggan dinamis yang naik turun di stasiun tersebut. Maka okupansi KA Garut Cibatuan di periode yang sama mencapai rata-rata 171 persen.

Bukan hanya sebagai sarana transportasi semata. Keberadaan kereta api di Garut juga dinilai mampu memberikan kontribusi.

Terutama, terhadap pengembangan industri pariwisata di wilayah Garut dan sekitarnya.

Mengapa bisa demikian? Sebab masyarakat bisa semakin mudah untuk mengakses berbagai destinasi wisata di Garut.

BACA JUGA: Warung MZD, Kuliner Serba Pedas Khas Garut, Mau Tau Rasanya?

Contohnya adalah pemandian air panas, Taman Gunung Papandayan, Kampung Naga dan destinasi wisata lainnya.

“Kami sungguh berharap bahwa dengan beroperasinya kembali jalur KA di Garut ini akan menjadi pemicu bagi pemulihan perekonomian dari sektor pariwisata. Maupun industri-industri lokal lainnya di wilayah Garut,” imbuhnya.

Pesan Menjaga Ketertiban Selama Antre

Demi perjalanan yang aman serta untuk kenyamanan bersama. Pihak KAI  menghimbau kepada seluruh pelanggan yang menggunakan sarana transportasi tersebut, untuk senantiasa menjaga ketertiban dengan mengantre secara tertib dan teratur.

Juga tidak lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker secara baik dan benar.

Menjaga stasiun kereta api dan aturan ketertiban lainnya yang diberlakukan oleh pihak pengelola stasiun KAI Garut.

BACA JUGA: Kenali Pesona Gunung Guntur yang Digadang Jadi Objek Wisata Sekelas Bromo oleh Pemkab Garut

Lebih lanjut, demi keselamatan bersama, KAI juga tidak lupa untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Garut agar bisa lebih waspada di saat melintasi perlintasan KA.

“Masyarakat dilarang untuk beraktivitas di jalur KA,” himbaunya.

Peringatan ini dirasa perlu oleh Joni Martinus, karena masyarakat Garut sudah cukup lama tidak mendapatkan layanan transportasi KA.

“Hal ini sangat perlu kami ingatkan kembali karena warga Garut telah cukup lama tidak memperoleh layanan trasnportasi kereta api,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, jalur Garut – Cibatu pertama kali dibuka pada tahun 1889, kemudian berhenti beroperasi di tahun 1983.

BACA JUGA: Uji Adrenalin Menelusuri Lima Labirin Terhebat, Berani Tersesat ?

Proses reaktivitasi kembali dimulai sejak tahun 2018. Dan diresmikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Hadir juga ketika itu, Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini pada 24 Maret 2022.

Saat ini rute yang tersedia di Stasiun KA Garut adalah relasi Garut – Padalarang, Garut – Purwakarta, dan Garut – Pasar Senen.

Tiket KA Cikurai serta KA Garut dapat diperoleh melalui sistem pemesanan lewat aplikasi KAI Access, di website resmi kai.id dan juga website resmi penjualan tiket KAI lainnya.

***

Pos terkait