Presiden Jokowi Minta Wisatawan Asal Negara ini Diperketat Prokesnya

Presiden Jokowi
Ilustrasi. Pasangan wisatawan asal Tingkok ini sedang menikmati alam di pinggir danau. Dok.Pixabay.com

TURISIAN.com – Meski sudah memasuki masa endemi, namun Presiden Jokowi  menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes).

Terutama, saat menerima turis mancanegara, seperti China yang ingin menikmati destinasi Indonesia.

“Wisatawan, sekali lagi kita terbuka bagi turis dari manapun. Tapi yang kita lihat yang banyak dari China. Yang paling penting protokol kesehatan,” kata Presiden Jokowi saat mengunjungi Kawasan Wisata Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Jumat, 20 Januari 2023.

BACA JUGA: Tiket ke Pulau Komodo Mahal, Jokowi Arahkan Wisatawan ke Pulau Rinca

Presiden Jokowi mengatakan otoritas di China telah memeriksa warganya yang hendak melancong ke luar negeri.

“Jadi kita tidak perlu khawatir,” kata Presiden Jokowi.

Karena itu, kata Presiden, tidak ada pembatasan seperti kewajiban isolasi bagi turis China yang berkunjung ke Indonesia.

BACA JUGA: Jokowi Himbau Pemudik Hindari Kepadatan Arus Balik dengan Cara Ini

Presiden juga meyakini tingkat imunitas di Indonesia sudah cukup tinggi untuk menerima turis asing masuk, yakni mencapai 98,5.

“Tidak ada, tidak ada,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pada awal Februari 2023, akan banyak turis mancanegara, terutama dari China yang mengunjungi Manado, Sulawesi Utara.

BACA JUGA: Ada 1,3 Juta Wisatawan Menuju Danau Toba, Event Ini Daya Tariknya

Otoritas China sejak 8 Januari 2023 membebaskan warganya ke luar negeri untuk berbagai tujuan.

Mulai tanggal tersebut, China juga membebaskan para pelaku perjalanan internasional dari kewajiban karantina setibanya di China.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk pelonggaran setelah hampir tiga tahun China menerapkan kebijakan nol kasus COVID-19 secara ketat . Sehingga warga setempat tidak bisa leluasa bepergian ke luar negeri.

BACA JUGA: Sepanjang Tahun 2022, Wisatawan ke Yogyakarta Naik Tiga Kali Lipat

Namun, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan anggota Uni Eropa menerapkan pembatasan kedatangan warga negara China.

Hal ini lantaran China dinilai tidak transparan dalam melaporkan perkembangan terbaru COVID-19.

China  menuduh negara-negara tersebut bertindak diskriminatif.  Negeri tirai bambu ini pun melancarkan aksi balasan terhadap Jepang dan Korsel dengan tidak memberikan visa kunjungan. ***

Sumber: Antaranews

Pos terkait