Henry Husada: Dialog Kebangsaan Perkuat Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Dialog Kebangsaan
Henry Husada, Tokoh UMKM foto bersama Wakil Menteri Koperasi (Wamen Kop) RI Farida Farichah usai mengikuti acara Dialog Kebangsaan Peran Tionghoa dalam Pusaran Kebangsaan di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu 19 Juli 2026. (Foto: Ist)

TURISIAN.com – Tokoh UMKM nasional Henry Husada menghadiri Dialog Kebangsaan: Peran Tionghoa dalam Pusaran Kebangsaan yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu 19 Juli 2026.

Diskusi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Henry, forum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Dialognya berjalan sangat dinamis dengan tampilnya beberapa tokoh yang selama ini dikenal cukup concern terhadap kebhinekaan,” kata Henry usai mengikuti kegiatan.

Henry menilai, pemahaman terhadap kebhinekaan menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.

Dengan memahami dan menghargai perbedaan, masyarakat akan mampu hidup rukun, damai. Serta saling menghormati meski memiliki latar belakang suku, agama, budaya, maupun bahasa yang beragam.

“Kebhinekaan adalah kekuatan bangsa Indonesia. Nilai ini harus terus dirawat agar persatuan nasional tetap kokoh di tengah berbagai dinamika yang terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebhinekaan bukanlah konsep yang lahir secara instan, melainkan hasil perjalanan sejarah bangsa yang panjang.

Jauh sebelum konsep multikulturalisme berkembang di negara-negara Barat, masyarakat Nusantara telah hidup berdampingan dalam keberagaman suku bangsa, bahasa, adat istiadat, agama, dan budaya.

Karena itu, Henry berharap dialog-dialog kebangsaan seperti ini terus digelar sebagai media edukasi sekaligus mempererat persaudaraan antarkelompok masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Persaudaraan Antariman (Berani) tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang.

BACA JUGA: Melalui Refleksi Imlek PKB, Gus Imin Ajak Masyarakat Jaga Bumi untuk Kehidupan

Salah satu pilar penting

Mereka hadir untuk turut  membahas kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menegaskan bahwa etnis Tionghoa merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan Republik Indonesia.

Menurut Neng Eem, sejarah membuktikan masyarakat Tionghoa bukan sekadar menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Tetapi juga turut membangun fondasi Indonesia sejak masa sebelum kemerdekaan.

“Jika kita berani menengok masa lalu dengan mata batin yang jernih, etnis Tionghoa bukanlah penumpang gelap di kapal besar bernama Indonesia. Mereka adalah salah satu arsitek utama, pendiri sekaligus pemilik sah saham republik ini,” ujar Neng Eem.

Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dialog kebangsaan sebagai pengingat. Bahwa, semangat persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman merupakan modal utama.

Khususnya, dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah tantangan kebangsaan yang terus berkembang. ***

Pos terkait