TURISIAN.com – CEO Kagum Group Henry Husada mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Wilianto Tanta sebagai Ketua Umum PSMTI dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII yang berlangsung di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Henry berharap kepengurusan PSMTI periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Wilianto Tanta dapat semakin mengukuhkan organisasi tersebut sebagai rumah besar yang menjaga toleransi, merawat kebinekaan.
Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
“Selamat untuk Pak Wilianto Tanta, untuk kembali menahkodai PSMTI ke depan,” kata Henry, Senin, 7 September 2026.
Menurut Henry, keberadaan PSMTI memiliki arti penting dalam merawat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu terus membangun ruang kebersamaan yang inklusif dan memperkuat peran sosial organisasi.
Munas VIII PSMTI tidak hanya menetapkan kembali Wilianto Tanta sebagai ketua umum.
Forum tersebut juga menghasilkan keputusan penting dengan mengubah nama organisasi dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia menjadi “Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia”.
Perubahan nama itu diputuskan melalui pemungutan suara dalam sidang pleno Munas VIII.
Keputusan tersebut sekaligus menegaskan posisi PSMTI sebagai wadah bersama bagi seluruh marga dan komunitas Tionghoa di Indonesia.
Sementara itu Munas VIII sendiri dihadiri perwakilan PSMTI dari 30 provinsi serta 260 kabupaten dan kota.
Komunitas Tionghoa Indonesia
Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari penegasan arah organisasi. PSMTI tidak lagi hanya diposisikan sebagai wadah sosial yang menghimpun berbagai paguyuban marga.
Tetapi sebagai rumah bersama bagi seluruh marga dan komunitas Tionghoa Indonesia.
Keragaman marga, tradisi, dialek, daerah asal, serta latar belakang budaya dipandang sebagai kekayaan yang justru dapat memperkuat persatuan Indonesia.
Karena itu, PSMTI menegaskan komitmennya untuk memberikan pengayoman, memperkuat kepedulian sosial, dan menciptakan ruang kebersamaan yang inklusif.
Di bidang kebudayaan, PSMTI juga akan melanjutkan upaya pelestarian dan pengembangan budaya Tionghoa sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Budaya Tionghoa tidak semata-mata dipandang sebagai warisan leluhur. Tetapi juga menjadi bagian dari mozaik kebudayaan nasional yang tumbuh dan berkembang bersama kebudayaan lainnya di Indonesia.
PSMTI juga menegaskan bahwa keberadaan organisasi tidak semata-mata ditujukan untuk kepentingan warga Tionghoa.
Organisasi tersebut berkomitmen meningkatkan kontribusi sosial bagi masyarakat luas sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.
Dengan perubahan nama dan kepengurusan baru tersebut, PSMTI diharapkan semakin mampu menjalankan peran sebagai jembatan kebersamaan.
Termasuk, memperkuat persatuan dalam keberagaman, serta menghadirkan kontribusi sosial yang lebih luas bagi bangsa dan negara. ***





