TURISIAN.com – Jakarta terus mencari cara agar tidak sekadar menjadi kota yang dilewati, melainkan juga dinikmati. Kali ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan Open Dining of Jakarta.
Sebuah pengalaman bersantap di atas bus yang mengajak penumpang menyusuri wajah ibu kota sambil menikmati hidangan lengkap.
Layanan itu mulai dibuka untuk umum pada 1 Agustus 2026, sedangkan pemesanan sudah dapat dilakukan sejak 25 Juli melalui aplikasi Transjakarta.
Konsepnya sederhana, tetapi menawarkan pengalaman yang berbeda. Bus tidak hanya membawa penumpang berkeliling kota.
Ia juga menyajikan perjalanan yang memadukan kuliner, panorama perkotaan. Serta kisah-kisah tentang sejarah dan budaya Jakarta.
Pada sepanjang perjalanan, penumpang diajak melihat ibu kota dari sudut pandang yang jarang ditemui.
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat daya tarik pariwisata Jakarta.
Menurut dia, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati lanskap kota. Tetapi juga memahami sejarah, budaya, dan identitas yang membentuk Jakarta hingga menjadi metropolitan seperti sekarang.
Peluncuran Open Dining berlangsung bersamaan dengan peresmian layanan Open Top Tour rute Jakarta Batavia.
Rute iniĀ menghubungkan Sarinah dan Kota Tua menggunakan bus tingkat beratap terbuka.
Kedua layanan itu dirancang saling melengkapi sebagai atraksi wisata baru. Sekaligus menghidupkan kawasan-kawasan bersejarah dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Hidangan Pembuka
Sedangkan Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan bus Open Dining akan beroperasi dua hingga tiga kali setiap hari.
Setiap perjalanan hanya menampung 30 penumpang sehingga pengalaman yang ditawarkan terasa lebih eksklusif.
Layanan ini dapat dinikmati secara perorangan maupun dipesan untuk rombongan atau acara khusus.
Tarifnya dipatok Rp500 ribu per orang. Harga tersebut sudah mencakup paket makan lengkap, mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, hingga pencuci mulut.
Selama perjalanan, penumpang juga akan disuguhi pertunjukan musik biola secara langsung. Dipadukan dengan narasi mengenai sejarah kawasan yang dilintasi serta cerita di balik menu yang disajikan.
Menurut Welfizon, antusiasme masyarakat terhadap wisata bus Transjakarta cukup tinggi. Seluruh perjalanan pada layanan Open Top Tour yang telah lebih dahulu beroperasi selalu terisi penuh.
Respons itu menjadi sinyal bahwa wisata perkotaan dengan pengalaman yang lebih imersif mulai mendapat tempat di kalangan warga maupun wisatawan.
Bagi Jakarta, Open Dining bukan sekadar menghadirkan restoran yang bergerak. Layanan ini menjadi upaya mengubah perjalanan di tengah kemacetan menjadi pengalaman wisata.
Sekaligus menawarkan cara baru menikmati ibu kota sebagai kota global yang tetap berpijak pada sejarah dan budayanya. ***





