Kuriling Kring Kring Berbagi Kisah Gowes Lintas Benua, Pengunjung Indofest 2026 Terpukau

Kuriling Kring Kring
Pendiri komunitas sepeda Kuriling Kring Kring Djati Nugroho saat tampil di acara Sharing Session di ajang Indofest 2026 beberapa waktu lalu. (Foto: Turisian.com/Ist)

TURISIAN.com – Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai stand Kuriling Kring Kring dalam ajang Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2026 yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Ratusan pengunjung yang singgah di area tersebut tampak larut dalam obrolan santai para pegiat sepeda.

Dimana, mereka  membagikan pengalaman berkeliling Nusantara hingga menembus berbagai negara di dunia.

Sharing Session yang dipandu Aristi Prajawali Madjid, pegiat sepeda sekaligus street photographer, menghadirkan dua narasumber. Yakni pegiat sepeda senior Djati Nugroho dan Agatha Tedjamulya.

Dengan gaya penyampaian yang ringan dan penuh humor, keduanya mengajak pengunjung menyelami kisah-kisah perjalanan yang tidak hanya mengandalkan kekuatan kayuhan. Tetapi juga persahabatan dan keberanian menjelajah dunia.

Sementara itu pengunjung terlihat menikmati setiap cerita yang disampaikan. Banyak di antara mereka yang mengaku memperoleh wawasan baru tentang budaya.

Termasuk, tantangan perjalanan, hingga pengalaman unik yang hanya bisa didapatkan dari bersepeda jarak jauh.

Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah ketika Djati Nugroho mengisahkan awal mula berdirinya komunitas Kuriling Kring Kring.

Dalam sesi tanya jawab, ia menjelaskan bahwa komunitas tersebut telah berdiri sejak 2011.

Menurut Djati, semuanya berawal dari ajakan sederhana untuk melakukan perjalanan bersepeda dari wilayah Pantura menuju Batam.

Berasal dari Jawa Barat

Karena rute yang ditempuh berkelok-kelok dan singgah ke berbagai daerah, lahirlah nama Kuriling Kring Kring.

“Karena memang perjalanannya muter-muter ke beberapa tempat, maka kita kasih nama Kuriling Kring Kring. Sesederhana itu sih,” kata Djati disambut tawa pengunjung.

Nama komunitas tersebut juga memiliki kedekatan dengan para anggotanya yang sebagian besar berasal dari Jawa Barat.

Seiring waktu, komunitas ini berkembang menjadi wadah bagi para pesepeda yang memiliki semangat menjelajah dan berbagi pengalaman.

BACA JUGA: Resensi Buku: Petualangan Melampaui Persepsi dalam Terheran di Iran – Terbius di Turki

Menikmati dunia dalam kayuhan persahabatan. Kalimat itu tampaknya menjadi gambaran paling tepat untuk menggambarkan aktivitas komunitas Kuriling Kring Kring.

Dari perjalanan antarkota di Indonesia hingga ekspedisi lintas negara, seluruhnya dilakukan dengan semangat kebersamaan.

Agatha Tedjamulya menjadi salah satu anggota yang merasakan langsung pengalaman tersebut.

Ia mengaku tertarik bergabung setelah melihat semangat dan kekompakan para anggota komunitas.

“Saya sangat senang sekali bisa diterima di Komunitas Kuriling Kring Kring ini,” ujarnya.

Bersama Djati dan rekan-rekan lainnya, Agatha kemudian mengikuti perjalanan ke sejumlah negara seperti Iran, Turki, dan berbagai destinasi eksotis lainnya.

Cerita Menarik di Iran

Pengalaman itu membuka pandangannya tentang banyak hal, mulai dari budaya hingga keramahan masyarakat setempat.

Salah satu cerita yang paling menarik perhatian pengunjung adalah pengalamannya saat bersepeda di Iran.

Menurut Agatha, negara tersebut memiliki infrastruktur jalan yang sangat mendukung aktivitas bersepeda.

Ia menuturkan, sebagian besar jalan raya memiliki bahu jalan yang lebar sehingga memberikan ruang aman bagi para pesepeda.

Kondisi itu membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman meski harus berbagi ruang dengan kendaraan-kendaraan besar.

“Walaupun di sepanjang perjalanan kebanyakan truk-truk besar, tapi mereka sangat sopan terhadap pesepeda,” kata Agatha.

Cerita-cerita seperti itulah yang membuat sesi berbagi di stand Kuriling Kring Kring menjadi salah satu daya tarik tersendiri di Indofest 2026.

Bukan sekadar membahas sepeda, obrolan tersebut menghadirkan inspirasi tentang keberanian menjelajah. Membangun persahabatan lintas batas, dan menikmati dunia melalui setiap kayuhan pedal. ***

Pos terkait