Resensi Buku: Petualangan Melampaui Persepsi dalam Terheran di Iran – Terbius di Turki

Buku Terheran di Iran
Tim peturing di buku "Terheran di Iran-Terbius di Turki saat berswafoto dengan latar belakang Menara Asadi yang menjadi salah satu ikon Iran. (Foto: Repro Buku "Terheran di Iran-Terbius di Turki)

TURISIAN.com – Buku Terheran di Iran –Terbius di Turki  menghadirkan kisah perjalanan yang tidak biasa. Sebuah ekspedisi bersepeda lintas negara yang menembus Iran hingga Turki.

Ditulis oleh goweser senior Djati Nugroho bersama rekan-rekannya, buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, melainkan jendela pengalaman yang mampu membangkitkan rasa penasaran sejak halaman pertama.

Daya tarik utama buku ini terletak pada keberanian para penulis menembus batas geografis sekaligus batas persepsi.

Iran, yang kerap dipandang dengan stigma tertentu, justru ditampilkan dalam sudut pandang yang hangat dan bersahabat.

Pembaca diajak melihat sisi lain negeri tersebut. Dari keramahan masyarakatnya, kekayaan budaya, hingga lanskap yang memikat, yang selama ini jarang terungkap dalam narasi populer.

Perjalanan bersepeda yang dilakukan tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kepekaan sosial dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Setiap kayuhan menghadirkan cerita. Interaksi spontan dengan warga lokal, pengalaman budaya yang otentik, hingga refleksi tentang peradaban yang berbeda namun memiliki nilai-nilai universal.

Di sinilah buku ini menjadi lebih dari sekadar travelogue. Ia menjelma menjadi catatan humanis tentang perjumpaan antarbudaya.

Terminal Bus Keyseri

Buku “Terheran di Iran-Terbius di Turki” yang banyak memberikan inspirasi perjalanan bersepeda. (Foto: Turisian.com/Adisas)

Tak hanya di Iran, kisah berlanjut ke Turki dengan nuansa yang tak kalah menarik. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah pengalaman unik saat memasuki terminal bus di Kayseri.

Episode-episode seperti ini memberi warna yang hidup. Membuat pembaca merasa seolah ikut berada di tengah perjalanan. Merasakan kejutan, kebingungan, hingga kehangatan yang muncul di negeri orang.

Kelebihan lain buku ini adalah penyajian visualnya. Foto-foto berwarna yang menyertai cerita menjadi elemen penting yang memperkuat imajinasi pembaca.

Rute perjalanan, kota-kota yang disinggahi, hingga potret interaksi budaya terekam dengan baik. Menjadikan buku ini tidak hanya enak dibaca, tetapi juga menarik untuk dinikmati secara visual.

Pada akhirnya, Buku Terheran di Iran –Terbius di Turki berhasil memancing rasa ingin tahu sekaligus keinginan untuk menjelajah.

Buku ini memberikan perspektif baru bahwa perjalanan bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang pengalaman.

Termasuk, pemahaman, dan keberanian untuk melihat dunia dari sudut yang berbeda.

Tak berlebihan jika buku ini layak dimiliki. Baik sebagai inspirasi, referensi perjalanan, maupun sebagai pengingat bahwa dunia selalu menyimpan cerita yang menunggu untuk ditemukan. ***

Pos terkait