TURISIAN.com – Libur Idul Adha 1447 Hijriah belum tiba, namun antrean kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai menunjukkan gejala kepadatan.
Untuk meredam penumpukan arus kendaraan menuju Bali, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendatangkan kapal perbantuan KMP Rodhita ke lintasan tersibuk di Selat Bali itu.
Kapal feri berukuran 1.236 gross tonase tersebut sebelumnya melayani rute Padangbai-Lembar.
Kini, kapal itu dialihkan guna memperkuat armada di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
“Kapal ini mampu mengangkut 58 kendaraan kecil atau sekitar 30 kendaraan campuran,” kata General Manager ASDP Ketapang Arief Eko di Banyuwangi, Minggu 24 Mei 2026.
Menurut Arief, penambahan armada dilakukan untuk menjaga ritme arus penyeberangan tetap bergerak di tengah potensi lonjakan kendaraan selama masa libur panjang Idul Adha.
Fokus utama operator pelabuhan, kata dia, ialah memastikan antrean tidak berhenti terlalu lama di area pelabuhan maupun jalur menuju dermaga.
ASDP juga mengoptimalkan Pelabuhan Bulusan sebagai kantong parkir logistik. Area itu disebut mampu menampung hingga 400 truk guna mengurangi kepadatan di Pelabuhan Ketapang.
Sejumlah personel bantuan kendali operasi turut ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengatur distribusi kendaraan.
Pada Minggu siang, sekitar pukul 12.30 WIB, antrean kendaraan yang sebelumnya memanjang hingga kawasan Grand Watu Dodol dilaporkan mulai terurai.
Jalur dari arah Situbondo kembali normal setelah kendaraan logistik dialihkan ke area penyangga di Bulusan.
ASDP mengimbau calon penumpang membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan.
Operator penyeberangan itu juga meminta pengguna jasa memastikan kondisi kendaraan. Termasuk, fisik pengemudi dalam keadaan baik demi menjaga keselamatan perjalanan selama libur panjang. ***





