TURISIAN.com – Thailand mulai menunjukkan ambisinya membangun industri perkeretaapian berbasis teknologi dalam negeri. Salah satunya dengan meluncurkan kereta wisata mewah.
Perusahaan Kereta Api Thailand (SRT) bersiap mengoperasikan layanan penyewaan kereta wisata mewah menggunakan gerbong penumpang pertama yang diproduksi di dalam negeri.
Gerbong bernama Beyond Horizon itu resmi diserahkan kepada SRT dalam seremoni di Stasiun Hua Lamphong, Bangkok.
Dari stasiun bersejarah tersebut, kereta melakukan perjalanan menuju King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL). Kampus yang menjadi pusat pengembangan proyek tersebut.
SRT merancang gerbong ini sebagai layanan wisata premium untuk perjalanan sejauh 200 hingga 500 kilometer.
Gerbong dapat dirangkaikan dengan armada kereta yang telah beroperasi di berbagai jalur di Thailand.
Sementara itu, tarif sewanya dipatok mulai 32 ribu baht untuk perjalanan hingga 500 kilometer.
Proyek itu dikembangkan oleh Fakultas Teknik KMITL bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, Penelitian, dan Inovasi.
Pemerintah Thailand menjadikannya sebagai contoh keberhasilan riset perguruan tinggi yang mampu menghasilkan produk industri bernilai komersial melalui dukungan program Thai-made.
Secara teknis, gerbong sepanjang 24 meter tersebut hanya menyediakan 25 kursi. Delapan kursi ditempatkan pada kelas super mewah, sedangkan 17 lainnya berada di kelas mewah.
Kabin Kereta Cepat
Desain interiornya mengadopsi kenyamanan kursi pesawat kelas bisnis dan kabin kereta cepat, menyasar wisatawan yang menginginkan pengalaman perjalanan eksklusif.
Keunggulan lain terletak pada konstruksinya. Dengan rangka berbahan baja ringan, bobot gerbong berkurang sekitar 22 persen dibandingkan model konvensional.
Meski lebih ringan, kereta tetap mampu melaju hingga kecepatan 120 kilometer per jam.
Dari sisi biaya, pengembangan prototipe menghabiskan anggaran sekitar 32 juta baht. Nilai itu sekitar 18 juta baht lebih murah dibandingkan pengadaan gerbong serupa dari luar negeri.
Tingkat kandungan lokalnya juga mencapai 44,1 persen, menandai semakin besarnya peran industri domestik dalam rantai produksi.
Sebelum diperkenalkan kepada publik, gerbong tersebut telah menjalani uji kelayakan sejauh 10 ribu kilometer, termasuk pada lintasan Chiang Mai hingga Laos.
Pengujian itu dilakukan untuk memastikan keandalan konstruksi dan performa operasionalnya.
Pengembang juga telah mengajukan tujuh permohonan paten atas komponen yang dirancang di Thailand, mulai dari desain bodi gerbong hingga sistem penahan beban.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hak kekayaan intelektual sekaligus membuka peluang komersialisasi teknologi perkeretaapian buatan dalam negeri. ***





