TURISIAN.com – Keterbatasan luas wilayah tak membuat Pemerintah Kota Cirebon surut memburu investasi.
Dalam enam bulan pertama 2026, pemerintah kota mencatat 14.892 investor mengajukan rencana penanaman modal dengan nilai mencapai sekitar Rp 3,23 triliun.
Angka itu dihimpun melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) hingga 1 Juli 2026.
Mayoritas rencana investasi datang dari penanam modal dalam negeri. Sebanyak 14.811 investor domestik mengajukan investasi senilai sekitar Rp 2,45 triliun.
Adapun investasi asing berasal dari 81 investor dengan nilai sekitar Rp 783,43 miliar.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, memandang capaian tersebut sebagai sinyal bahwa kotanya masih memiliki daya tarik bagi pelaku usaha.
Menurut dia, keterbatasan luas wilayah maupun jumlah penduduk bukan alasan bagi daerah untuk kehilangan daya saing.
“Meski memiliki keterbatasan, kami terus mengoptimalkan potensi yang ada dan mengajak para investor untuk berinvestasi di Kota Cirebon,” kata Iing, Jumat.
Pemerintah Kota Cirebon kini bertumpu pada pengembangan potensi ekonomi lokal untuk menjaga arus investasi.
Salah satu yang diandalkan ialah posisi Cirebon sebagai bagian dari kawasan Rebana. Sebuah, kawasan strategis yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Menurut Iing, peluang investasi juga terbuka dari keberadaan sejumlah kawasan yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Kawasan tersebut dinilai dapat menjadi pengungkit masuknya modal baru ke Kota Cirebon. Meski sebagian pengembangannya berada di luar kendali pemerintah daerah.
Di saat yang sama, pemerintah kota terus menawarkan sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata sebagai ladang investasi yang dinilai paling prospektif.
Ketiga sektor itu dianggap memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan kerja.
Memaksimalkan Potensi
“Kami akan terus memaksimalkan potensi yang ada agar minat investor terhadap Kota Cirebon tetap terjaga,” ujar Iing.
Karena itu, pemerintah kota memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan kawasan-kawasan strategis.
Sinergi tersebut dinilai penting mengingat sebagian proyek yang menopang kawasan Rebana berada di bawah otoritas pemerintah pusat.
Iing berharap kolaborasi itu dapat memperkokoh posisi Kota Cirebon sebagai daerah penyangga kawasan Rebana sekaligus meningkatkan daya saing investasi di wilayahnya.
Pemerintah Kota Cirebon juga berjanji mengawal seluruh pengajuan investasi yang telah masuk melalui OSS RBA agar dapat terealisasi.
Bagi pemerintah daerah, nilai investasi yang tercatat tidak cukup hanya menjadi angka statistik. Tetapi harus berujung pada aktivitas ekonomi yang mampu menggerakkan pertumbuhan dan membuka peluang kerja baru. ***





