TURISIAN.com – Tokoh pariwisata dan pelaku UMKM, Henry Husada, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah menjadikan Kota Cimahi sebagai pusat industri animasi nasional.
Menurut dia, penguatan sektor animasi tidak hanya akan memperkuat citra Cimahi sebagai kota kreatif. Tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita harus mendukung upaya pemerintah tersebut, yakni menjadikan Kota Cimahi sebagai pusat industri animasi. Dampaknya sangat besar bagi pelaku UMKM,” kata Henry kepada Turisian.com, Kamis, 11 Juni 2026.
Henry menilai pengembangan identitas daerah yang bertumpu pada sektor unggulan mampu menciptakan daya tarik baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam pandangannya, industri animasi dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat luas.
“Dengan demikian, Cimahi berpeluang menjadi tujuan masyarakat untuk belajar, berkolaborasi, hingga mengembangkan karya-karya kreatif,” ujarnya.
Ia mengatakan minat generasi muda terhadap dunia animasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Fenomena tersebut, menurut dia, sudah terlihat sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Pengembangan Kreativitas

“Jadi memang kita memerlukan pusat-pusat pembelajaran dan pengembangan kreativitas. Dan Kota Cimahi punya potensi itu,” kata Henry.
Optimisme serupa sebelumnya disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat berkunjung ke Kota Cimahi. Ia mengaku terkesan dengan perkembangan industri kreatif yang tumbuh di kota tersebut.
Menurut Saleh, Cimahi memiliki peluang besar untuk dikenal bukan hanya sebagai destinasi kuliner dan pusat belanja, tetapi juga sebagai tujuan pendidikan dan pengembangan industri animasi.
“Cimahi bukan hanya menjadi tempat orang mencari kuliner atau berbelanja pakaian, tetapi juga menjadi tujuan untuk belajar dan mengenal industri animasi,” ujarnya.
Keyakinan itu didukung oleh keberadaan sejumlah pelaku industri animasi yang telah menembus pasar internasional.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun identitas Kota Cimahi sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis animasi.
Salah satu perusahaan yang aktif di sektor tersebut adalah Ayena Mandiri Sinema Studio. Perusahaan itu mengungkapkan sekitar 20 persen proyek yang mereka kerjakan saat ini berasal dari pasar ekspor.
Dalam proses produksinya, perusahaan juga melibatkan lebih dari 100 tenaga kreatif asal Kota Cimahi.
Bagi Henry, capaian tersebut menunjukkan bahwa industri animasi bukan lagi sekadar sektor masa depan, melainkan telah menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.
Jika terus didukung melalui kebijakan, pendidikan, dan kolaborasi dengan pelaku usaha, Cimahi berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri animasi terpenting di Indonesia. ***





