Keraton Surakarta Dipastikan Bakal Direnovasi, Apakah Ada Pembatasan Wisatawan?

Keraton Surakarta
Keraton Surakarta di Solo, Jawa Tengah ini akan dilakukan renovasi. Foto: iStock

TURISIAN.com – Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah dipastikan akan direnovasi seiring komitmen pemerintah daerah setempat dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Renovasi bangunan heritage ini akan dimulai  dari Gerbang Gladak. Dan, selama adanya pembangunan, kemungkinan kegiatan wisatawan di sekitar akan dibatasi.

“Yang kami garap dulu Gerbang Gladak dan Alun-alun Selatan,” kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, di Solo, Jawa Tengah, Kamis 9 Feberuari 2023.

Ia mengatakan keputusan tersebut sesuai dengan hasil pertemuan dengan Putra Mahkota Keraton Surakarta Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Purbaya pada Rabu 8 Februari 2023.

BACA JUGA: Komplek Pagelaran Keraton Yogyakarta Ditutup, Ini Penjelasannya

“Semua bertahap karena semua kan bangunan cagar budaya, jadi perlu perhatian khusus,” katanya.

Gibran mengatakan revitalisasi juga akan menyasar pada bangunan Masjid Agung Keraton Surakarta.

“Otomatis Masjid Agung juga harus mengikuti. Khususnya di Masjid Agung kan bangunan luar biasa, namun kerusakan bisa dilihat secara kasat mata,” katanya lagi.

Ia mengatakan untuk proses revitalisasi bangunan masjid juga akan menggandeng Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

“Kalau Masjid Agung kajiannya sudah lama saya terima,” katanya pula.

BACA JUGA: Museum Keraton Surakarta Hadiningrat Koleksi Ragam Benda Budaya

Disinggung mengenai bangunan dalam keraton untuk ikut direvitalisasi tahap awal, ia mengatakan sudah berupaya memasukkan bangunan Sangga Buwana agar segera tersentuh revitalisasi.

“Sebetulnya di suratnya ke kementerian (Kementerian PUPR) tak sisipkan Sangga Buwana juga, tapi tergantung kecukupan anggaran, semua bertahap ya. Kayak Mangkunegaran,” kata Gibran lagi.

Masjid Agung

Ketua Takmir Masjid Agung Keraton Surakarta Muhtarom berharap agar revitalisasi masjid segera dilakukan.

BACA JUGA: Berkunjung ke Masjid Laweyan, Bersejarah dan Tertua di Surakarta

“Ini sowan Pak Wali untuk koordinasi. Dalam hal ini kami mengawal bagaimana cagar budaya nasional tetap dilestarikan agar jadi destinasi wisata religi dan masjid yang penuh sejarah,” katanya lagi.

Ia mengatakan sudah ada beberapa bagian bangunan yang lapuk akibat dimakan rayap. Oleh karena itu, jika tidak segera ditangani maka bagian yang lapuk akan makin luas.

“Kalau terlalu lama yang asumsinya (kerusakan, red.) sekitar 10 persen jadi 20 persen. Selama ini masih aman, tapi tidak terus enak-enak karena kelapukan kan berkembang. Apalagi setiap hari masjid difungsikan,” kata dia pula. ***

 

Pos terkait