Henry Husada: Kolaborasi Pemkot Bandung, PNM, dan OJK Bisa Bantu Akses Permodalan Bagi UMKM Perempuan

UMKM Perempuan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyempatkan mengunjungi stan UMKM perempuan di Gedung Graha Binangkit, Kota Bandung, Kamis 13 Agustus 2026. (Dok.Pemkot Bandung)

TURISIAN.com – Tokoh UMKM Henry Husada mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bandung memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan.

Khususnya pengusaha perempuan, melalui kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat.

Menurut Henry, program tersebut dapat menjadi salah satu solusi bagi pelaku UMKM yang tengah merintis usaha.

Terutama dalam memperoleh akses pembiayaan dan mengenal layanan perbankan.

“Tentu saja ini program yang sangat baik ya. Di mana Pemkot Bandung bisa menggandeng OJK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lewat sektor mikro,” kata Henry, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menilai akses permodalan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM.

Pengelolaan Keuangan

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan regulator dinilai penting.

Hal ini agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan risiko usaha.

Henry mengatakan, pendampingan semacam ini akan semakin membantu UMKM untuk berkembang secara berkelanjutan.

Pelaku usaha, khususnya yang baru memulai bisnis, membutuhkan pengetahuan yang memadai agar modal yang diperoleh dapat dikelola secara produktif.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Bandung menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 bertema “UMKM Unggul, Berinovasi, Bertransformasi, dan Menginspirasi” di Gedung Graha Binangkit, Kota Bandung, Kamis, 13 Agustus 2026.

Manajemen Resiko

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 nasabah PNM. Para peserta mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Mulai dari pengelolaan modal, kredit, manajemen risiko, hingga pengembangan dan inovasi usaha.

Henry Husada, Tokoh UMKM yang juga CEO Kagum Group. (Foto: Turisian.com/Adisas)

Sementara itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemberdayaan ekonomi masyarakat harus dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan berbagai pihak.

Menurut Farhan, pemerintah memiliki peran penting dalam membangun ekosistem usaha yang memungkinkan UMKM memperoleh akses permodalan sekaligus pendampingan.

“Kita memang sedang mendukung sebuah program yang merupakan kolaborasi antara Dinas KUKM dengan PNM,” ujar Farhan.

Pemberian Modal

“Kami juga menggandeng BUMN yang bergerak di pemberian modal usaha bagi usaha dibawah  binaan OJK Jawa Barat. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi itu harus berjalan secara terstruktur,” sambung Farhan.

Henry menilai pola kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagaimana penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pemberian modal.

Pendampingan, literasi keuangan, inovasi, serta akses terhadap jaringan usaha juga diperlukan agar pelaku UMKM mampu naik kelas.

Bagi Henry, semakin kuat ekosistem UMKM di tingkat mikro, semakin besar pula peluang sektor tersebut menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kota Bandung. ***

Pos terkait