TURISIAN.com — Suasana antusias terlihat di antara para siswa SMKN 2 Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat mengikuti kegiatan inspiratif bertajuk “Membangun Budaya Entrepreneur dari Sekolah”, Jumat, 25 September 2026.
Para siswa tampak menyimak pengalaman dan cerita seputar dunia usaha yang disampaikan Robby Syahputra, Founder Nine-Pav.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal kewirausahaan bukan sekadar sebagai teori yang dipelajari di ruang kelas. Melainkan sebagai dunia yang penuh tantangan sekaligus peluang.
Robby membagikan pengalaman tentang bagaimana sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi produk dan kemudian diperkenalkan kepada pasar.
Ia juga mengajak siswa SMKN 2 Baleendah untuk berani mencoba, membaca kebutuhan di sekitarnya, serta tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses membangun usaha.
Menurut Robby, siswa SMK perlu mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mempelajari praktik kewirausahaan secara langsung.
Teori yang berhenti di sekolah, kata dia, belum cukup untuk mempercepat pemahaman siswa mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di tengah masyarakat.
“SMKN Baleendah ini merupakan salah satu yang kami kunjungi. Di Yogyakarta, hampir sebagian besar sekolah SMKN telah bekerja sama dengan kami untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan para siswa,” ujar Robby seusai acara.
Belajar dari Praktisi
Bagi Robby, pertemuan antara siswa dan praktisi usaha merupakan ruang penting untuk bertukar pengalaman.
Dari dialog semacam itu, siswa dapat memperoleh gambaran lebih nyata mengenai bagaimana sebuah bisnis dijalankan.
Sekaligus memahami risiko dan peluang yang menyertainya.
Pengalaman langsung tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk mulai mengenal dunia usaha.
Sekolah, menurut dia, tidak hanya memiliki peran menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

Lingkungan pendidikan juga dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berani menciptakan lapangan pekerjaan.
“Generasi muda harus berani bermimpi, berkarya, dan menciptakan peluang,” katanya.
Robby menilai Indonesia membutuhkan generasi muda yang mandiri dan kreatif. Termasuk, anak muda yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.
Menurut dia, proses tersebut dapat dimulai dari lingkungan pendidikan.
GerobakKu Masuk Industri Hotel dan Restoran
Dalam kegiatan tersebut, Robby juga memperkenalkan pengalaman pengembangan GerobakKu, sebuah produk yang mulai memasuki industri hotel dan restoran di Jawa Barat melalui Koperasi Pengusaha Hotel dan Restoran.
GerobakKu dinilai memiliki relevansi dengan kebutuhan industri perhotelan dan restora
Produk tersebut juga mendapat perhatian dari Indonesian Hotel General Manager Association (IHGM) Yogyakarta untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pengalaman GerobakKu menjadi contoh bahwa kewirausahaan tidak harus berhenti sebagai gagasan atau teori di sekolah.
Sebuah produk dapat lahir dari kreativitas, kemudian diuji, dikembangkan, dan dipertemukan dengan kebutuhan pasar.
Bagi siswa SMKN, pengalaman itu memberikan gambaran bahwa menjadi entrepreneur tidak selalu harus dimulai dengan bisnis berskala besar.
Langkah awalnya bisa sederhana. Yakni, membaca kebutuhan di sekitar, menciptakan produk, kemudian menguji apakah produk tersebut benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Dari sekolah, budaya kewirausahaan itu dapat mulai dibangun—dengan keberanian untuk mencoba, kesiapan belajar dari kegagalan.
Bahkan kemampuan membaca peluang, serta kemauan menciptakan karya yang memiliki nilai ekonomi. ***





