TURISIAN.com– Tokoh UMKM Jawa Barat Henry Husada menilai peluncuran Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026 bertajuk “UMKM Tumbuh, Kuat, dan Berdaya” dapat menjadi salah satu pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Program yang diluncurkan Kementerian UMKM pada Rabu 23 September 2026 itu dinilai memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha mikro.
Utamanya, dalam mengembangkan kapasitas sekaligus meningkatkan pendapatan secara mandiri.
Perhatian khusus diberikan kepada pengusaha mikro perempuan dan kelompok rentan.
“Dengan program tersebut kita harapkan pelaku UMKM mampu mengembangkan usaha. Termasuk meningkatkan pendapatan secara mandiri. Khususnya, bagi pengusaha mikro perempuan dan kelompok rentan,” ujar Henry.
Menurut Henry, penguatan kapasitas pelaku usaha mikro menjadi penting karena UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat,” katanya kepada Tursian.com, Sabtu 26 September 2026.
“Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pendampingan dan akses terhadap pembiayaan,” sambungnya.
Sementara itu Program LAKSMI 2026 sendiri berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap mendorong tercapainya kemandirian ekonomi.

Kementerian UMKM
Saat ini, terdapat sekitar 14 ribu penerima program pemberdayaan sosial ekonomi yang dinilai siap dihubungkan dengan program kewirausahaan Kementerian UMKM.
Jumlah penerima tersebut berpotensi bertambah hingga sekitar 150 ribu orang.
Sedangkan para penerima program selanjutnya akan menjalani proses pembinaan dan pemberdayaan melalui Kementerian UMKM.
Tahapannya mencakup pelatihan hingga pendampingan usaha agar penerima memiliki kemampuan yang lebih memadai dalam mengembangkan bisnis.
Setelah kapasitas usaha dinilai cukup, para pelaku UMKM tersebut dapat dihubungkan dengan akses pembiayaan. Serta peluang kemitraan bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga lainnya.
Henry menilai kesinambungan antara pembinaan, pendampingan, pembiayaan, dan kemitraan menjadi bagian penting agar program pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan.
Dengan ekosistem tersebut, pelaku usaha mikro diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat usahanya dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian. ***





