650 Anak Muda Berebut Panggung Mandalika, MIF 2026 Hanya Pilih 100 Orang

Mandalika
Ilustrasi. Event balam motor kelas dunia, World Superbike di Sirkuit Mandalika. (Instagram/@worldsbk)

TURISIAN.com – Sebanyak 650 anak muda memburu kesempatan menjadi bagian dari Mandalika International Festival (MIF) 2026.

Mereka mendaftar sebagai relawan maupun anggota tim manajemen untuk perhelatan internasional yang akan digelar di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 10–13 Desember 2026.

Angka itu menunjukkan antusiasme yang cukup besar. Pendaftar tak hanya datang dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Barat.

Seperti dari Bima, Dompu, Sumbawa, dan Lombok. Gelombangnya meluas hingga Nusa Tenggara Timur, Bali, Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, dan Bandung.

“Antusiasme generasi muda untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan Mandalika International Festival 2026 menunjukkan lonjakan yang sangat tinggi,” kata Direktur MIF, Sirajuddin, di Lombok Tengah, Sabtu 26 September 2026.

Mahasiswa menjadi kelompok yang paling banyak mendaftar. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi.

Antara lain Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Universitas Hamzanwadi, Universitas Bumi Gora, dan Politeknik Pariwisata Lombok.

MIF Management

Dari 650 pendaftar itu, panitia hanya akan memilih 100 orang. Sebanyak 70 orang akan ditempatkan sebagai volunteer, sedangkan 30 lainnya masuk dalam jajaran MIF Management.

Komposisinya dibuat dengan mempertimbangkan asal daerah. Sebanyak 80 persen kuota disiapkan untuk pendaftar dari NTB, sementara 20 persen diperuntukkan bagi peserta dari daerah lain.

Skema ini dimaksudkan untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antardaerah.

Namun asal daerah bukan satu-satunya pertimbangan. Penyelenggara mengatakan proses seleksi terbuka bagi siapa saja. Yang dicari adalah anak muda yang memiliki komitmen dan kemauan belajar.

“Volunteer kita buka secara umum, tanpa membedakan asalnya dari mana. Yang kita cari adalah yang serius, smart dan tidak punya pengalaman, kita akan latih mereka dengan workshop,” ujar Sirajuddin, yang juga Vice President Asia Pacific Institute for Event Management (APIEM) United Kingdom.

Pengalaman, dengan demikian, bukan syarat utama. Mereka yang belum pernah terlibat dalam penyelenggaraan acara justru akan mendapat ruang untuk belajar.

Jejaring Relawan

Penyelenggara menyiapkan pelatihan melalui workshop sebagai bagian dari proses pembentukan kapasitas.

Sirajuddin berharap proses rekrutmen ini tidak berhenti pada pembentukan tim kerja untuk MIF 2026.

Persebaran pendaftar dari NTB hingga berbagai daerah di Indonesia diharapkan menjadi awal terbentuknya jejaring relawan yang lebih luas.

Mereka yang gagal masuk dalam 100 posisi utama juga tidak serta-merta tersingkir.

Panitia akan tetap melibatkan para pendaftar dalam rangkaian Mandalika International Conference dan Mandalika International Grandshow.

Setiap peserta yang telah melewati tahap wawancara pun memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti telah mengikuti proses pendaftaran, seleksi, dan wawancara untuk posisi Volunteer dan Event Management MIF 2026.

MIF tahun ini mengusung tema “Mandalika Wonderful Indonesia”.

Standar Internasional

Festival tersebut dirancang untuk mempertemukan seni dan budaya dengan pengetahuan, sains, teknologi, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Bagi Sirajuddin, penyelenggaraan MIF bukan semata soal pertunjukan. Festival ini juga menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata daerah.

Khususnya, melalui penyelenggaraan acara yang mengacu pada standar internasional dan terakreditasi APIEM UK.

Mandalika International Festival 2026 akan berlangsung pada 10–13 Desember.

Panggungnya berada di Mandalika, tetapi perebutan peran di balik panggung telah dimulai jauh sebelumnya. Yakni, dengan 650 anak muda sebagai peminat awalnya. ***

Pos terkait