Batavia Madrigal Singers Juara EGP 2022, Ini Kata Sandiaga Uno

Batavia Madrigal Singers
Grup paduan suara Batavia Madrigal Singers (BMS) foto bersama dengan latar belakang menara Eiffel usai memenangi kejuaran European Grand Prix (EGP) 2022, baru-baru ini. (Instagram/@bataviamadrigalsingers)

TURISIAN.com – Sukses sebagai juara European Grand Prix (EGP) 2022, Batavia Madrigal Singers (BMS) mendapatkan apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Prestasi yang diraih dalam EGP for Choral Singing menunjukkan bahwa paduan suara Indonesia sudah diperhitungkan di tingkat dunia.

“Maknanya buat kita bahwa sudah saatnya menjadi perhitungan tingkat dunia. Khususnya pada bidang musik dan paduan suara,” kata Sandiaga kepada pers saat menghadiri acara syukuran BMS di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, Sabtu 9 Juli 2022.

Sebelumnya, pada 18 Juni BMS berhasil meraih menjuarai EGP 2022 yang berlangsung di Grand Theatre kota Tours, Perancis.

BACA JUGA: 5 Seni Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia

Selain BMS, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) juga turut menjadi finalis dalam ajang tersebut.

Paduan Suara Tertua Dunia

Sebagai informasi, EGP sendiri merupakan kompetisi paduan suara tertua dunia yang mempertandingkan para pemenang juara umum dari enam kompetisi paling bergengsi Eropa.

Menurut Sandiaga, penampilan kelompok paduan suara yang dengan konduktor Avip Priatna itu memang patut sebagai kebanggaan.

BMS membawakan enam karya pada  kompetisi EGP. Antara lain Paroles Contre L’oubli karya Thierry Machuel, Deus in Auditorium Meum Intende karya Juan Gutiérrez de Padilla.

Juga membawakan  Love’s Tempest karya Edward Elgar, Stabat Mater karya József Karai, Der Frühlingswind karya Toyotaka Tsuchida, dan Hentakan Jiwa karya Ken Steven.

BACA JUGA: Pergeseran di Sektor Pariwisata akan Berdampak Seperti ini, Kata Sandiaga Uno

“Itu memang sebuah hal yang bukan hanya patut kita syukuri. Tapi kita bantu apresiasi dan amplifikasi karena Indonesia sekarang ada pada tatanan teratas musik, khususnya paduan suara kelas dunia,” tambah Sandiaga.

Ia mengatakan bahwa penampilan Batavia Madrigal Singers tak hanya mencakup subsektor musik dalam ekonomi kreatif, melainkan juga menonjolkan subsektor fesyen, kriya, dan seni pertunjukan.

Keunggulan Budaya

“BMS menampilkan beberapa keunggulan budaya kita seperti busana atau fesyennya sangat baik. Kain lurik tapi ada campuran dengan batik kelihatannya tadi. Dan tampilan kriya yaitu jewelry yang dari para penyanyi perempuan, serta seni pertunjukan,” kata Sandiaga.

BACA JUGA: Sadar Wisata di Wakatobi  Terus Ditingkatkan, Sandiaga Berikan Pesan Ini

Menurut Sandiaga, berbagai pihak harus terus membangun  ekosistem ekonomi kreatif tersebut melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, juga komunitas, institusi pendidikan, serta media.

Ia menyebutkan bahwa subsektor musik sendiri menyumbang sekitar Rp6 triliun atau 0,53 persen dari PDB nasional tahun 2020.

Kemudian pencapaian lainnya, kata Sandiaga, ekspor produk ekonomi kreatif mencapai lebih dari 21,8 miliar dolar AS dengan dominasi  fesyen dan kriya, termasuk perhiasan (jewelry).

Ia berharap sektor ini akan terus membawa kebanggaan bagi Indonesia. Sandiaga juga mengatakan pihaknya akan terus mendukung ekosistem ekonomi kreatif bagi masyarakat yang membutuhkan.

Termasuk agar generasi muda paduan suara Indonesia lainnya dapat meningkatkan prestasi. ***

Sumber: Antaranews

Pos terkait