Menemukan Ragam Kuliner di Kota Palembang, Namanya Lapis Kojo

Ragam Kuliner di Kota Palembang
Kue basah Lapis Kujo merupakan salah satu kuliner khas Palembang, Sumatera Selatan. (Instagram/@kuebasahplg)

TURISIAN.com – Jalan-jalan ke kota ini selalu akan terlintas kuliner khasnya, empek-empek. Padahal ada banyak ragam kuliner di Kota Palembang.

Nah taukah kalian, bahwa kota yang dibelah Sungai Musi ini ternyata juga menyimpan kuliner lainnya.

Salah satunya, jenis kue basah yang tak kalah menggoyang lidah dibandingkan pempek. Kue ini memberi warga ragam kuliner di Kota Palembang.

Kue basah seperti maksuba, delapan jam, engkak ketan, lapis kojo, lapis legit ini kerap dijumpai di rumah-rumah warga sebagai sajian untuk menerima tamu terutama saat Lebaran.

Dari sederatan kue tadi, ada satu  kue basah yang selalu menjadi buruan karena rasanya yang legit yakni, lapis kojo.

Kue berwarna hijau bertekstur lembut ini menawarkan sensasi berbeda jika dibandingkan kue basah lain.

Ciri khasnya terletak pada adanya bau wangi yang berasal dari daun padan dan daun suji.

Kue yang tergolong bingen ini juga terbilang tak sembarang karena setidaknya dibutuhkan waktu hingga 3,5 jam untuk memanggangnya di atas tungku api.

BACA JUGA: Berburu Kuliner Lezat di Gang Nikmat Kota Bandung

Ini demi mendapatkan tekstur berlapis-lapis pada setiap irisan kuenya.

Pembuat tidak bisa memanggang adonan sekaligus dalam satu loyang. Oleh karena itu dibutuhkan kesabaran dalam membuat kue lapis kojo ini.

Pada era sebelumnya, di mana belum adanya alat pemanggang kue listrik diketahui para terdahulu menggunakan tungku.

Tungku yang sudah dipanaskan menggunakan arang itu ditelungkupkan di atas loyang selama beberapa menit, sampai lapisan adonan masak.

Lalu tungku dipanaskan lagi, dan begitu seterusnya sampai adonan habis.

Kini hal itu sudah jarang dilakukan warga Palembang, walaupun masih ada.

Para ibu-ibu lebih banyak menggunakan oven listrik yang mendapatkan panas dari api di bagian atas dan bagian bawah.

Cara Membuat Kue Kojo

Keunikan lain dari kue kojo lapis ini, dari cara pembuatannya, yang mana tak perlu menggunakan mixer dalam membuat adonan.

Pembuat cukup mengaduk seperti biasa saat mencampurkan bahan-bahan makanannya.

BACA JUGA: Sederet Tradisi di Indonesia Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Lalu, adanya penggunaan daun pandan dan daun suji sebagai pewarna alami yang seakan menegaskan bahwa kue ini memang sudah lama berada di tengah-tengah masyarakat Palembang.

Biasanya, lembaran daun ini diperoleh dengan mudah oleh para ibu-ibu dari pekarangan rumah sendiri.

Amelia, ibu rumah tangga di kawasan Sematang Borang Palembang, yang biasa menerima pesanan kue basah khusus Lebaran, berbagi kiat mengenai cara membuat kue lapis kojo ini.

Adapun bahan-bahan yang digunakannya yakni 500 ml santan kental yang berasal dari dua butir kelapa, 100 ml jus daun pandan dan daun suji yang biasanya dari 15 lembar daun padan dan daun suji, 150 gram gula pasir dan setengah sendok teh garam.

Kesemua bahan itu dicampur lalu direbus sampai mendidih, dengan catatan jangan sampai pecah santan.

Lalu, menyiapkan 150 gram mentega kemudian lelehkan di atas api.

Dibutuhkan 15 Butir Telur

Dilanjutkan dengan membuat adonan kedua yang terdiri atas 15 butir telur ayam, 210 gram gula pasir, pasta vanila secukupnya, gula fermentasi sebanyak satu sendok teh untuk menghilangkan bau amis dari telur.

BACA JUGA: Lima Jenis Kain Tradisional Indonesia yang Sudah Dikenal Mancanegara

Bahan-bahan ini diaduk rata sampai larut dengan gula. Kemudian ditambahkan 200 ml kental manis.

Proses pencampurannya tak perlu menggunakan alat mixer, atau cukup menggunakan twist.

Lalu, masukkan air rebusan santan dan daun pandan yang sudah dibuat sebelumnya, dengan catatan disisakan sedikit untuk mengaduk terigu.

Kemudian, menyiapkan adonan yang ketiga yakni 100 gram tepung terigu, dua sendok susu bubuk, lalu dicampur dengan air rebusan santan dan daun pandan.

Lalu masukkan adonan ketiga dan kedua sampai tercampur rata, untuk kemudian dimasukkan adonan mentega cair.

Kemudian ditambahkan pasta pandan untuk mempercantik warna.

Setelah kesemua adonan menjadi satu, maka adonan ini disaring agar menghasilkan tekstur kue yang cantik untuk dilajukan ke tahapan pemanggangan adonan.

Mula-mula, siapkan loyang berukuran 18x18x7 cm, lalu bagian permukaan loyang diolesi minyak goreng, namun bagian dinding loyang dibiarkan saja. Lalu bagian permukaan loyang dilapisi kertas roti.

BACA JUGA: 6 Makanan Khas Makassar yang Sayang Untuk Dilewati

Sebelum dimasukkan ke loyang, adonan diaduk terlebih dahulu karena biasanya akan sedikit mengendap.

Masukkan sekitar adonan sekitar 50 ml-100 ml, atau tergantung dengan jumlah lapis yang diinginkan ke dalam loyang.

Lalu dipanggang di dalam oven dengan suhu 230 derajat celcius. Setidaknya dibutuhkan waktu 5-7 menit untuk memanggang tiap lapisan.

Biasanya pada lapisan pertama akan muncul gelembung. Untuk mengatasinya, kue ditusuk-tusuk dengan lidi lalu dirapikan dengan alat penekan lapis legit. Lakukan terus sampai adonan habis.

Harga Satu Loyang Kue Kojo

Amelia mengatakan dirinya menjual satu loyang kue kojo lapis Rp350.000, yang menurutnya sama dengan penjual kue basah lainnya di Palembang.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir, warga Sematang Borang Palembang ini mengaku jarang menerima pesanan kue ini untuk satu loyang penuh.

Biasanya dicampur dengan kue basah lainnya seperti maksuba, delapan jam dan lapis legit.

“Jadi bisa dapat bermacam-macam. Harganya tetap sama Rp350 ribu per loyang,” kata dia.

BACA JUGA: Deretan Makanan Kesukaan Para Sultan Yogyakarta

Sisca, penjaga anjungan ‘Bunda Rayya’, toko kue yang khusus menjual kue basah bingen asal Palembang, mengatakan setiap menjelang Lebaran terjadi peningkatan permintaan sebanyak tiga kali lipat.

Toko yang dikenal sebagai penjual kue-kue khas Palembang ini, biasanya akan menutup pesanan kue dari konsumen pada dua pekan menjelang Lebaran.

“Saat ini masih bisa, tapi sebentar lagi sudah tutup orderan. Pesan bisa pesan via online nanti dikirim sudah dekat Lebaran,” kata dia yang dijumpai dalam kegiatan bazar Ramadhan yang diselenggarakan Bank Syariah Indonesia di halaman Masjid Agung Palembang, Minggu 10 April 2022, sebagaimana dikutip Turisian.com dari Antaranews.

Beraneka ragam kuliner di Kota Palembang,  kue basah yang dijual di toko ini, yakni maksuba, kojo lapis, delapan jam dan lapis legit dengan harga per loyang Rp380.000.

Selain itu, toko ini juga memiliki kue basah andalan yang merupakan hasil inovasi pemiliknya yakni Makjola (Maksuba Kujo Lapis).

Berbeda dengan buatan Amelia yang dipisahkan, tapi kue Makjola ini mengabungkan maksuba dan kujo lapis dalam satu irisan kue. Sungguh demikian menggugah selera untuk mencicipinya. ***

Pos terkait