Festival Film Bandung Menangkap Rona Keluarga di Layar Lebar

Keluarga
Suasana sebelum pengumuman nominasi Film dan Narafilm Terpuji di Gulapadi Bandung, Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: Dok.Pemkot Bandung)

TURISIAN.com – Keluarga menjadi wajah paling menonjol dalam perfilman Indonesia setahun terakhir. Dari drama, komedi, laga hingga horor, relasi antara ayah, ibu, dan anak berulang kali hadir sebagai pusat cerita.

Kecenderungan itulah yang dibaca Forum Film Bandung (FFB) dan kemudian diterjemahkan menjadi tema “Sinema Rona Keluarga” pada Festival Film Bandung (FFB) ke-39 Tahun 2026.

Tema tersebut diumumkan bersamaan dengan daftar nominasi Film dan Narafilm Terpuji di Gulapadi Bandung, Kamis, 16 Juli 2026.

Pengumuman itu sekaligus menandai dimulainya rangkaian Festival Film Bandung yang tahun ini mendapat dukungan Pemerintah Kota Bandung.

Malam puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap Festival Film Bandung merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kreatif.

Menurut dia, Bandung memiliki jejak historis yang panjang dalam perkembangan perfilman nasional.

Ia mengingatkan, Bandung merupakan tempat lahirnya film panjang pertama Indonesia, Lutung Kasarung. Sekaligus salah satu kota yang tergabung dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network.

Posisi itu, kata Adi, menjadi modal penting bagi Bandung untuk terus mengembangkan industri kreatif, termasuk perfilman.

“Film menjadi muara berbagai cabang seni, mulai dari teater, sastra, musik hingga tari. Berbagai pesan kemanusiaan dan budaya dapat disampaikan melalui film karena film merupakan bahasa yang universal,” ujar Adi.

Ia berharap Festival Film Bandung tetap menjadi ruang apresiasi sekaligus pemantik lahirnya karya-karya baru dari insan perfilman nasional.

Mencermati kecenderungan cerita

Di sisi lain, Ketua Regu Pengamatan Film Indonesia Forum Film Bandung, Rosyid E. Abby, mengatakan tema “Sinema Rona Keluarga” tidak dipilih secara kebetulan.

Tema itu lahir setelah tim pengamat mencermati kecenderungan cerita dalam film-film yang beredar selama periode September 2025 hingga Juni 2026.

Menurut Rosyid, keluarga tampil sebagai simpul yang menghubungkan beragam kisah di layar lebar. Hubungan orang tua dan anak, kehilangan, harapan, konflik. Hingga kehangatan rumah tangga menjadi motif yang berulang dalam banyak film Indonesia.

“Sinema memberi warna bagi keluarga, dan keluarga juga memberi warna bagi sinema Indonesia. Itulah makna Sinema Rona Keluarga,” kata Rosyid.

Selama periode pengamatan itu, Forum Film Bandung menilai 344 karya, terdiri atas 144 film Indonesia, 151 film impor, 26 serial televisi, dan 23 serial web.

Seluruh karya tersebut menjadi bahan penilaian sebelum dewan juri menetapkan nominasi Film dan Narafilm Terpuji tahun ini.

Panitia Festival Film Bandung, Iwan Kusmawan, mengatakan pengumuman nominasi merupakan awal dari rangkaian festival menuju malam anugerah pada 22 Agustus 2026.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung yang dinilai memberi ruang bagi keberlangsungan festival.

“Kami berharap dukungan Pemerintah Kota Bandung semakin besar sehingga Festival Film Bandung dapat berlangsung lebih meriah. Dan terus menjadi ruang apresiasi bagi insan perfilman Indonesia,” ujar Iwan.

Bagi Forum Film Bandung, festival ini bukan sekadar ajang pembagian penghargaan. Selama hampir empat dekade, FFB menjadi salah satu barometer yang merekam arah perkembangan sinema nasional.

Termasuk membaca bagaimana keluarga kini kembali menjadi cerita yang paling dekat dengan penonton Indonesia. ***

Pos terkait