TURISIAN.com – Event balapan belum juga menyentuh pegunungan, tetapi Tim Merlier sudah lebih dulu menegaskan siapa raja sprint Tour de France 2026.
Pembalap Belgia dari Soudal Quick-Step itu kembali mengangkat kedua tangan di garis finis setelah memenangi etape ke-12 yang berakhir di Chalon-sur-Saône, Kamis 16 Juli 2026.
Kemenangan pada etape sepanjang 179,1 kilometer dari Sirkuit Nevers Magny-Cours itu menjadi yang ketiga bagi Merlier dalam edisi Tour tahun ini.
Seperti dua kemenangan sebelumnya di Bordeaux dan Bergerac, Tim Merlier tampil tenang hingga saat yang tepat.
Ia melesat pada beberapa meter terakhir untuk mengalahkan Olav Kooij dari Decathlon CMA CGM. Ddan kompatriotnya, Jasper Philipsen dari Alpecin-Premier Tech, yang harus puas finis di urutan kedua dan ketiga.
Kemenangan itu terasa lebih emosional bagi Merlier. Kehadiran putranya di arena balap disebut menjadi penyemangat tambahan.
Motivasi Tambahan
“Hadirnya putra saya memberi motivasi tambahan. Dia masih kecil, tetapi saya yakin suatu hari nanti dia akan mengingat momen ini. Menang untuk keluarga adalah sesuatu yang sangat spesial,” ujar Merlier seperti dikutip dari laman resmi Tour de France.
Hasil tersebut memperpanjang catatan impresif sprinter Belgia itu. Setelah meraih satu kemenangan etape pada Tour de France 2021.
Dan dua kemenangan pada edisi 2025, Merlier kini telah mengoleksi tiga kemenangan hanya dalam 12 etape Tour de France 2026.
Meski berakhir dengan sprint massal, jalannya etape sempat diwarnai upaya pelarian sejak awal lomba.
Sementara itu pembalap Prancis Baptiste Veistroffer (Lotto Intermarché) membuka serangan solo pada kilometer ke-27.
Ia kemudian ditemani Damiano Caruso (Bahrain Victorious), Ewen Costiou (Groupama-FDJ United), dan Matteo Vercher (TotalEnergies) membentuk kelompok terdepan.
Menjaga Selisih
Memasuki 62 kilometer menuju finis, Veistroffer kembali mencoba melepaskan diri. Namun kerja sama tim-tim sprinter menjaga selisih waktu tetap terkendali.
Sejumlah serangan dari kubu Lidl-Trek, termasuk melalui Mads Pedersen, juga gagal memecah dominasi peloton.
Penentuan akhirnya terjadi di kilometer terakhir. Alpecin-Premier Tech lebih dulu mengambil alih kendali.
Sedangkan Mathieu van der Poel mengantar Philipsen menuju sprint, tetapi Merlier menemukan celah yang tepat.
Dengan akselerasi yang lebih kuat, ia menyelinap di sisi kanan dan melintasi garis finis lebih dulu, meninggalkan Kooij dan Philipsen.
Sprint penutup tak sepenuhnya berjalan mulus. Insiden kecelakaan pada kecepatan tinggi melibatkan Fernando Gaviria (Caja Rural-Seguros RGA) dan Dorian Godon (Netcompany Ineos).
Meski kondisi ini tidak mengubah hasil akhir perebutan kemenangan etape.
Usai dua hari berturut-turut menyajikan penyelesaian melalui sprint massal, Tour de France 2026 kini bersiap memasuki babak baru.
Etape ke-13 akan membawa para pembalap menghadapi lintasan pegunungan, ujian yang diperkirakan mulai mengguncang persaingan di klasemen umum. ***





