TURISIAN.com — Kementerian Pariwisata menyesalkan insiden penembakan yang terjadi di sekitar penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga sipil terluka.
Kementerian Pariwisata menyampaikan empati kepada para korban dan keluarga serta mendoakan agar keduanya segera pulih.
“Bagi kami, festival budaya seharusnya menjadi ruang perjumpaan dan titik temu berbagai perbedaan. Di sanalah masyarakat, wisatawan, dan berbagai komunitas dapat saling mengenal. Serta merayakan kekayaan budaya Papua dalam suasana damai,” ujar Kementerian Pariwisata dalam keterangannya, hari ini.
Pada hari pertama pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem, Wakil Menteri Pariwisata bersama tim Kementerian Pariwisata hadir langsung di lokasi. Rangkaian festival saat itu berlangsung aman, meriah, dan kondusif.
Namun, insiden penembakan terjadi pada hari kedua penyelenggaraan festival. Ketika peristiwa berlangsung, Wakil Menteri Pariwisata dan tim Kementerian Pariwisata telah berada di Jayapura untuk kemudian kembali ke Jakarta.
Kementerian Pariwisata memastikan Wakil Menteri Pariwisata dan seluruh tim telah tiba di Jakarta dalam kondisi baik.
Kementerian Pariwisata juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memperoleh perkembangan situasi pascapenembakan.
Berdasarkan informasi dari Pemkab Jayawijaya, kondisi di lapangan telah kembali kondusif dan aman.
Pengamanan dilakukan dengan melibatkan personel TNI dan Polri yang terus melakukan pemantauan serta meningkatkan pengamanan di sejumlah titik.
Akibat insiden tersebut, rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem pada hari kedua terpaksa dihentikan untuk memastikan situasi dan keamanan dapat terkendali.
Sementara itu, rangkaian penutup festival berupa Karnaval Budaya Nusantara tetap berlangsung di pusat Kota Wamena, tepatnya di depan Kantor Bupati Jayawijaya.
BACA JUGA: Sungai Klaogin Kini Menjadi Andalan Destinasi Pemkab Sorong Selatan
Lokasi Penembakan
Lokasi karnaval berada cukup jauh dari lokasi penembakan. Pengamanan juga ditingkatkan selama kegiatan berlangsung.
Kementerian Pariwisata berharap proses penanganan oleh aparat berwenang berjalan dengan baik sehingga situasi segera kembali kondusif dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Kementerian Pariwisata juga menghormati proses penanganan yang dilakukan aparat dan mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang.
Termasuk, menahan diri, tidak terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Budaya harus terus menjadi jembatan yang menyatukan. Festival Lembah Baliem adalah milik masyarakat Papua dan kebanggaan Indonesia. Dimana, harus kita jaga bersama sebagai ruang damai, aman, dan penuh persaudaraan,” kata Kementerian Pariwisata. ***





