Enam Industri Penerbangan Jet di Bandara Husein Sastranegara, Siapa Saja?

Bandata Husein Sastranegara Bandung
Kesibukan petugas di gate masuk ke Bandara Husein Sastranegara Bandung. Bandara ini September mendatang dibuka untuk pendaratan pesawat jet komersil. (Dok.Pemkot Bandung)

TURISIAN.com – Rencana pemerintah me-reaktivasi Bandara Husein Sastranegara mulai mendapat respons positif dari industri penerbangan.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatat enam maskapai telah menyatakan minat.

Mereka ingin membuka penerbangan berjadwal menggunakan pesawat jet dari bandara tersebut.

Sementara itu Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan ketertarikan itu muncul setelah pemerintah membuka kembali peluang pengoperasian penerbangan jet di Bandara Husein.

Menurut dia, pembicaraan dengan sejumlah maskapai domestik maupun internasional telah berlangsung dan menunjukkan sinyal yang menggembirakan.

“Respons terhadap kebijakan pemerintah cukup positif. Kami mencatat ada enam maskapai yang menyatakan tertarik membuka penerbangan pesawat jet berjadwal di Bandung,” kata Arie dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandung, Rabu, 9 Juli 2026.

Sejumlah rute domestik yang diajukan maskapai mencakup Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Padang, Lampung, Pekanbaru, Kualanamu, Makassar, dan Palembang.

Adapun untuk penerbangan internasional, pembahasan mengarah pada pembukaan rute menuju Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru.

Arie mengatakan seluruh usulan rute masih akan dibahas bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan jaringan penerbangan yang dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Jawa Barat.

Di sisi lain, InJourney Airports terus menyiapkan berbagai aspek operasional agar Bandara Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan domestik maupun internasional.

Persiapan tersebut mencakup pemenuhan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.

Menurut Arie, koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat.’

Termasuk, Pemerintah Kota Bandung, serta TNI Angkatan Udara.

Sinergi antarlembaga itu diperlukan untuk memastikan seluruh persyaratan operasional bandara dapat dipenuhi sebelum penerbangan komersial kembali dilayani.

Termasuk menjadi komunikasi dengan industri penerbangan untuk memastikan mereka siap membuka rute ke banara ini. ***

Pos terkait