Peturing Asal Iran Arezoo Eskandari Disambut Komunitas Kuriling Kring Kring di Jakarta

Arezoo Eskandari
Komunitas Kuriling Kring Kring mengiringi berjalanan peturing asal Iran Arezoo Eskandari selama berada di Jakarta. Termasuk mengunjungi beberapa tempat wisata dan kuliner. (Foto: Turisian.com/Ist)

TURISIAN.com – Sore itu, suasana Jakarta terasa sedikit berbeda bagi Arezoo Eskandari. Setelah berbulan-bulan mengayuh sepeda melintasi jalan-jalan panjang Asia, perempuan asal Esfahan, Iran, itu akhirnya tiba di ibu kota Indonesia.

Bukan sambutan resmi yang menunggunya, melainkan kehangatan persahabatan dari para pesepeda komunitas Kuriling Kring Kring.

Tawa dan obrolan ringan langsung mengalir saat Arezoo bertemu dengan para goweser lokal. Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, ia terlihat cepat berbaur.

Bersama anggota komunitas, perempuan berusia 35 tahun itu diajak berkeliling menikmati sudut-sudut kota. Mengenal budaya setempat, sekaligus merasakan keramahan yang selama ini hanya ia dengar dari cerita para pelancong.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Arezoo memilih cara hidup yang berbeda.

Peturing asal Iran, Arezoo Eskandari menyempatkan berswafoto dengan latar belakang salah satu ikonik Jakarta. (Foto: Ist)

Selama tujuh bulan terakhir, ia mengayuh sepeda dari Beijing, China, menembus berbagai negara di Asia.

Perjalanan itu bukan untuk memecahkan rekor atau menaklukkan tantangan ekstrem.

Ia hanya ingin menikmati setiap kilometer perjalanan dan menyampaikan pesan sederhana tentang perdamaian.

Bagi Arezoo, perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu titik ke titik lainnya.

Setiap desa yang dilewati, kota yang disinggahi, hingga orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan adalah bagian penting dari kisah yang ingin ia kumpulkan.

Arezoo Eskandari berbincang-bincang dengan Djati Nugroho, pendiri Komunitas Kuriling Kring Kring disela-sela istirahat gowes bareng. (Foto: ist)

Saling Membantu

“Dalam perjalanan ini saya belajar bahwa manusia pada dasarnya sama. Mereka ingin hidup damai, saling membantu, dan berbagi cerita,” ungkapnya.

Indonesia menjadi salah satu etape penting dalam petualangannya. Dari Jakarta, Arezoo berencana melanjutkan perjalanan menuju Bali.

Setelah itu ia akan terbang ke India sebelum meneruskan ekspedisinya menuju kawasan Asia Tengah.

Kehadiran Arezoo meninggalkan kesan mendalam bagi komunitas Kuriling Kring Kring.

Pendiri komunitas tersebut, Djati Nugroho, mengaku kagum dengan konsistensi dan semangat petualangan yang dimiliki perempuan asal Iran itu.

Suasana keakraban Arezoo Eskandari bersama goweser yang tergabung dalam Kuriling Kring Karing. (Foto: Ist)

Menurut Djati, tidak banyak orang yang mampu bertahan menjalani perjalanan panjang seorang diri dengan sepeda selama berbulan-bulan.

Namun Arezoo menunjukkan bahwa keberanian dan ketekunan mampu mengalahkan berbagai keterbatasan.

“Kita kagum dengan beliau, seorang wanita yang konsisten dalam menempuh perjalanan panjang menggunakan sepeda. Ini juga bisa menjadi inspirasi bagi para peturing Indonesia,” kata Djati.

Ia juga menilai Arezoo memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Hal itu terlihat sejak hari pertama tiba di Jakarta.

Tanpa kesulitan berarti, ia langsung akrab dengan para pesepeda yang baru dikenalnya.

Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta, Arezoo kembali mengayuh sepedanya. Bukan untuk mengejar tujuan akhir, melainkan menikmati setiap pertemuan yang hadir di sepanjang perjalanan.

Sebab bagi dirinya, petualangan sejati bukan tentang seberapa jauh jarak yang ditempuh. Melainkan seberapa banyak cerita dan persahabatan yang berhasil dibawa pulang.

Dan di Jakarta, ia menemukan salah satu cerita itu. ***

Pos terkait