Gerakan Senam Masyarakat, Mimpi Farhan Agar Warga Bandung Sehat Lahir Batin

Gerakan Senam Masyarakat
kegiatan Gerakan Senam Masyarakat yang digelar oleh Dispora di Lapangan Badak, Sabtu 13 Mei 2026.

TURISIAN.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memanfaatkan kegiatan Gerakan Senam Masyarakat di Lapangan Badak, Sabtu, 13 Juni 2026, untuk menyampaikan pesan sederhana.

Apa itu? Ia minta warga Bandung perlu menjaga kesehatan fisik sekaligus mental di tengah berbagai tekanan kehidupan perkotaan.

Di hadapan peserta senam yang memadati lapangan, Farhan mengatakan aktivitas olahraga dan ruang publik yang nyaman menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Menurut dia, warga memerlukan ruang untuk beristirahat sejenak dari berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari.

“Setelah berbagai macam masalah yang rumit kita tetap harus menyegarkan pikiran dan badan. Alhamdulillah hari ini bisa ramai-ramai berkumpul, berolahraga dan bergembira bersama warga,” kata Farhan.

Bagi Farhan, pembangunan kota tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur atau bertambahnya investasi. Kebahagiaan warga, kata dia, juga menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan.

Karena itu, olahraga, udara yang sehat, dan ruang untuk bersosialisasi perlu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perkotaan.

Ia menggambarkan Bandung sebagai kota yang harus menghadirkan kesejahteraan secara menyeluruh.

“Kalau Bandung itu, mesti bahagia luar dalam. Dengan olahraga, udara yang segar dan musik yang menyenangkan, well-being masyarakat akan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Pesan itu sejalan dengan agenda Pemerintah Kota Bandung yang tengah menata kembali ruang-ruang publik.

Farhan mengatakan pembenahan akan dimulai dari hal mendasar, yakni memperbaiki kualitas jalan dan sistem drainase agar infrastruktur kota lebih awet dan nyaman digunakan.

Setelah itu, pemerintah akan melanjutkan pembangunan trotoar yang lebih ramah bagi pejalan kaki, penyandang disabilitas, dan pesepeda.

Menurut Farhan, ruang jalan tidak boleh hanya menjadi milik kendaraan bermotor, melainkan harus dapat diakses secara setara oleh seluruh warga.

Disabilitas dan para pesepeda

“Kita ingin jalan-jalan di Kota Bandung beradab. Ramah terhadap pejalan kaki, disabilitas dan para pesepeda sehingga semua pengguna jalan bisa merasa nyaman,” katanya.

Tahap berikutnya adalah penataan taman kota. Pemerintah berencana memperbaiki sejumlah taman agar lebih menarik dan inklusif.

Sekaligus mengembalikan identitas kawasan melalui penyesuaian nama berdasarkan nilai sejarah dan toponimi setempat.

Bagi Farhan, keberadaan taman dan ruang terbuka bukan sekadar elemen estetika kota. Ruang publik, kata dia, memiliki fungsi sosial dan psikologis yang penting untuk menjaga kesehatan mental warga.

Aktivitas olahraga dan interaksi sosial di ruang terbuka diyakini dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan hidup perkotaan yang semakin tinggi.

Karena itu, ia menilai peran Dinas Pemuda dan Olahraga tidak berhenti pada upaya meningkatkan kebugaran masyarakat.

Lembaga tersebut juga memiliki tanggung jawab mendorong terciptanya kesehatan mental melalui berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan warga.

“Dispora tidak hanya bertanggung jawab terhadap kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Karena banyak aktivitas olahraga yang mampu membantu masyarakat menjadi lebih sehat secara mental,” tutur Farhan. ***

Pos terkait