Kadin: Industri Halal Jadi Modal Indonesia Kuasai Pasar Ekonomi Syariah Global

Ekonomi Syariah
Suasana peserta Kongres Umat Islam di Yogyakarta saat mendengarkan pemaparan hukum dari Prof Mahfud MD. (Dok.MUI)

TURISIAN.com – Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dunia. Modal itu bukan hanya berasal dari besarnya populasi Muslim.

Tetapi juga dari kekuatan sejumlah sektor industri halal yang terus berkembang. Mulai dari fesyen muslim, wisata ramah Muslim, farmasi, kosmetik halal, hingga industri makanan halal.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Titi Khoiriah, mengatakan permintaan produk halal di pasar global terus meningkat.

Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai nilai ekonomi syariah dunia.

“Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk mengembangkan sektor-sektor unggulan ekonomi syariah. Potensi ini perlu terus diperkuat agar mampu meningkatkan daya saing nasional. Sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di pasar global,” kata Titi dalam keterangannya di Jakarta, Senin 27 Juli 2026.

Pemerintah, kata dia, telah menetapkan target menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Upaya tersebut dibangun melalui penguatan tiga pilar utama, yakni industri halal, sektor keuangan syariah, dan ekosistem usaha yang saling terintegrasi.

Meski demikian, Titi menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Di antaranya adalah tingginya konsentrasi kepemilikan modal.

Termasuk, regulasi yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Serta masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital di kalangan pelaku usaha.

Karena itu, penguatan ekonomi syariah tidak cukup hanya melalui kebijakan.

Menurut Titi, diperlukan langkah konkret berupa perluasan akses pembiayaan, percepatan digitalisasi usaha, peningkatan jumlah sertifikasi halal.

Hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar global.

Transformasi digital

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital sebagai fondasi peningkatan produktivitas usaha.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), penguatan infrastruktur pusat data nasional. Serta perluasan literasi digital diyakini dapat membantu UMKM memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis.

Selain ekonomi syariah, Titi mendorong pengembangan ekonomi hijau sebagai strategi memperkuat daya saing Indonesia.

Langkah tersebut mencakup pengembangan energi terbarukan, perdagangan karbon, pembiayaan berkelanjutan. Serta percepatan hilirisasi sumber daya alam agar mampu memberikan nilai tambah bagi ekspor nasional.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Titi saat Sidang Pleno XII Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam forum itu, Kadin menyatakan penguatan ekonomi umat merupakan bagian penting dari strategi memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

Sebagai tindak lanjut, Kadin mengusulkan lima agenda strategis, yakni memperkuat regulasi yang berpihak kepada UMKM.

Mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi, meningkatkan investasi infrastruktur disertai reformasi birokrasi.

Kemudian, mempercepat hilirisasi industri dan transisi menuju ekonomi hijau, serta memperluas literasi digital dan akses pembiayaan formal bagi pelaku UMKM. ***

Pos terkait