Festival Jakarta Great Sale Raup Transaksi Rp26,8 Triliun, Konsumsi Jakarta Tetap Bergairah

Festival Jakarta Great Sale
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ketika menyambangi salah satu stand produk UMKM di FJGS 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan. (Dok.Pemda DKI)

TURISIAN.com – Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 kembali menjadi penanda kuatnya daya beli masyarakat Ibu Kota. Selama 43 hari penyelenggaraan, 10 Juni hingga 22 Juli 2026, pesta belanja tahunan itu membukukan transaksi sekitar Rp26,8 triliun.

Dari jumlah tersebut, transaksi di 104 mal atau pusat perbelanjaan mencapai Rp16,8 triliun. Sisanya, sekitar Rp10 triliun, berasal dari aktivitas ritel di luar pusat perbelanjaan.

Angka itu menunjukkan geliat konsumsi tidak hanya terkonsentrasi di mal, tetapi juga menjalar ke berbagai lini perdagangan.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi perekonomian Jakarta. Menurut dia, FJGS telah berkembang melampaui sekadar festival diskon.

“FJGS bukan sekadar agenda diskon dan promosi, tetapi bagian dari upaya menjaga optimisme dunia usaha. Menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas pemasaran produk lokal dan UMKM. Serta memperkuat Jakarta sebagai destinasi wisata budaya, kuliner, hiburan, dan belanja,” kata Pramono saat menutup FJGS 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Pramono mencatat transaksi di pusat perbelanjaan meningkat sekitar lima persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang membukukan Rp15,98 triliun. Partisipasi pelaku usaha pun semakin besar.

Sedangkan ebih dari 20 ribu tenant ritel ambil bagian dalam FJGS tahun ini, diiringi kenaikan jumlah pengunjung sekitar lima persen.

Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jakarta. Pada triwulan I 2026, ekonomi ibu kota tumbuh 5,59 persen secara tahunan.

Sementara sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur ekonomi Jakarta dengan kontribusi mencapai 18,06 persen.

Untuk mendukung penyelenggaraan FJGS, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan pembebasan pajak reklame kepada 104 pusat perbelanjaan dan pelaku ritel peserta festival.

Kebijakan itu mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 870 Tahun 2025.

Pemprov juga memberikan penghargaan kepada mal dan pelaku ritel yang dinilai inovatif, memiliki daya saing, aktif memasarkan produk lokal, serta menerapkan Gerakan Pilah Sampah.

Keberlanjutan usaha

Insentif dan apresiasi itu diharapkan mendorong sektor ritel terus berinovasi sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha.

Ke depan, kata Pramono, sinergi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Termasuk, pelaku ritel, UMKM, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat.

Pemerintah menargetkan FJGS berkembang menjadi festival belanja bertaraf internasional yang mendukung ambisi Jakarta masuk 50 besar kota global pada 2030 dan 20 besar dunia pada 2045.

Sedangkan Ketua Pelaksana FJGS 2026, Mualim Wijoyo, mengatakan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berorientasi pada transaksi.

Menurut dia, pusat perbelanjaan juga berfungsi sebagai ruang berkumpul masyarakat sekaligus bagian dari ekosistem ekonomi perkotaan yang terus bertumbuh.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang secara konsisten menghadirkan berbagai agenda publik.

Bertepatan dengan masa libur sekolah, masyarakat menikmati beragam program potongan harga dan hadiah yang ditawarkan tenant.

Antusiasme pengunjung, kata Mualim, sudah terlihat sejak sepekan sebelum puncak acara. Saat puncak perayaan, kawasan Bundaran HI dipadati warga. Dan dampak ekonominya turut dirasakan kawasan-kawasan penyangga Jakarta. ***

Pos terkait