TURISIAN.com – Bali kini tak hanya menjadi tempat persinggahan. Pulau itu sedang didorong menjadi simpul perjalanan ke berbagai destinasi di Asia.
PT Transnusa Aviation Mandiri mencoba mengambil posisi di ceruk tersebut dengan membuka penerbangan langsung Denpasar–Phuket, Thailand, pada Rabu, 9 September 2026.
Penerbangan nonstop itu menghubungkan dua destinasi yang sama-sama menggantungkan daya tariknya pada laut, alam, kuliner, dan budaya.
Bedanya, Bali menawarkan lanskap wisata yang lekat dengan tradisi dan budaya lokal.
Sedangkan Phuket menjadi pintu menuju kawasan Laut Andaman dan gugusan pulau di sekitarnya.
Bagi wisatawan, penerbangan langsung itu membuat perjalanan dua negara menjadi lebih sederhana.
Bali dan Phuket dapat dirangkai dalam satu itinerary tanpa harus kembali melalui kota transit.
Konsep island-hopping pun tak lagi berhenti pada perpindahan antarpulau dalam satu negara.
“Bali dan Phuket memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata, dengan karakter yang berbeda namun saling melengkapi,” kata CEO Transnusa Group Datuk Bernard Francis.
Menurut dia, koneksi langsung itu memberi wisatawan keleluasaan menyusun perjalanan berdasarkan waktu dan minat mereka.
Wisata Bawah Laut
Rute tersebut juga menjadi bagian dari strategi Transnusa memperbesar jaringan penerbangan dari Bali.
Dari Pulau Dewata, maskapai itu menghubungkan wisatawan dengan sejumlah destinasi di Indonesia, antara lain Wakatobi, Bima, Lombok, dan Manado.
Wakatobi menawarkan wisata bawah laut. Bima menyimpan lanskap alam dan kekayaan budaya lokal.
Lombok mengandalkan pantai dan panorama alam, sedangkan Manado menjadi salah satu pintu menuju kekayaan bahari Sulawesi Utara.
Dengan jaringan semacam itu, Bali berpotensi berfungsi lebih dari sekadar tujuan akhir.
Sementara itu wisatawan mancanegara yang tiba di Bali dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi lain di Indonesia.
Jaringan Internasional
Sebaliknya, wisatawan dari luar negeri yang datang melalui jaringan internasional Transnusa mempunyai lebih banyak pilihan untuk memperpanjang perjalanan mereka di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk membuka akses menuju keindahan luar biasa dari destinasi-destinasi tersembunyi di Indonesia,” ujar Bernard.
Jaringan internasional Transnusa dari Bali sebelumnya mencakup Perth, Singapura, dan Guangzhou.
Phuket menambah satu lagi pintu menuju Asia Tenggara. Bagi maskapai, penambahan rute bukan semata perkara jumlah kota yang terhubung.
Yang lebih penting adalah bagaimana rute-rute tersebut saling bertaut dan membentuk jaringan perjalanan.
Dari sisi pasar, koneksi Bali–Phuket memungkinkan perjalanan dua negara dalam satu rangkaian.
Wisatawan Indonesia bisa menikmati Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke Thailand.
Sebaliknya, pelancong dari Thailand dan pasar internasional lainnya dapat menjadikan Phuket sebagai pintu masuk sebelum beranjak ke Bali dan destinasi lain di Indonesia.
Empat Kali Sepekan
Pada tahap awal, rute Denpasar–Phuket dilayani empat kali sepekan, yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Mulai 3 Oktober 2026, frekuensinya direncanakan meningkat menjadi setiap hari.
Transnusa menggunakan Airbus A320 berkapasitas 174 penumpang. Waktu tempuh penerbangan sekitar empat jam.
Penerbangan 8B 541 dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pukul 11.30 WITA.
Dan tiba di Bandara Internasional Phuket pukul 14.35 waktu setempat. Penerbangan kembali dengan nomor 8B 542 berangkat dari Phuket pukul 15.35 dan dijadwalkan tiba di Bali pukul 20.35 WITA.
Tiket Denpasar–Phuket ditawarkan mulai Rp2.399.000 untuk sekali jalan. Pemesanan dapat dilakukan melalui situs resmi Transnusa maupun agen perjalanan daring.
Transnusa juga menawarkan beberapa kelas layanan. Pilihan SEAT mencakup bagasi tercatat 20 kilogram dan bagasi kabin 7 kilogram.
Memangkas Waktu
Adapun FLEXI-PRO menawarkan bagasi tercatat hingga 30 kilogram. Pilihan kursi, makanan dan minuman, priority boarding, serta fasilitas perubahan jadwal dan pengembalian dana.
Penambahan penerbangan ini pada akhirnya bukan hanya soal memangkas waktu tempuh Bali–Phuket.
Ia menjadi bagian dari pertarungan yang lebih besar: memperebutkan wisatawan yang kini semakin mudah menyusun perjalanan lintas negara dan lintas destinasi.
Bali dan Phuket sudah lama dikenal sebagai magnet pariwisata Asia Tenggara.
Dengan penerbangan langsung, keduanya kini punya kesempatan untuk dijual sebagai satu rangkaian perjalanan.
Yakni, dua pulau, dua karakter, dan dua negara dalam satu tiket perjalanan. ***





