Kereta Api Cikuray Berwajah Baru, Angkut Penumpang Sekaligus Gerakkan Ekonomi Rakyat

Kereta Api Cikuray
Ilustrasi. Penumpang KA Cikurat turun di Stasiun Garut. PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat.(Generated by AI Chatgpt)

TURISIAN.com – Kereta Api Cikuray kembali mendapat peran baru. Bukan sekadar mengangkut penumpang dari Garut ke Jakarta atau sebaliknya.

Namun, kereta bersubsidi itu kini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi rakyat di sepanjang jalur yang dilaluinya.

Pada Kamis pagi, 11 Juni 2026, di Stasiun Garut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat.

Program tersebut ditandai dengan pengoperasian rangkaian baru KA Cikuray yang terdiri atas enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI, Rafli Yandra, mengatakan kehadiran rangkaian baru itu diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Menurut dia, kereta tersebut bukan hanya menyediakan transportasi murah, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang terhubung oleh jalur KA Cikuray.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Lintasan Garut–Pasar Senen membentang melewati sejumlah wilayah dengan karakter ekonomi yang berbeda-beda.

Dari sentra pertanian dan hortikultura di Garut, kawasan perdagangan dan pendidikan di Bandung Raya, hingga kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang sebelum berakhir di pusat aktivitas ekonomi nasional, Jakarta.

Dalam operasinya, KA Cikuray berhenti di 12 stasiun, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.

Kereta pertama dari Garut berangkat pukul 06.00 WIB, sedangkan perjalanan dari Pasar Senen dijadwalkan mulai pukul 17.20 WIB.

Perubahan rangkaian juga berdampak pada kapasitas angkut. Setiap Kereta Ekonomi Kerakyatan kini mampu menampung 93 penumpang, naik dari sebelumnya 80 kursi.

Adapun Kereta Petani-Pedagang menyediakan 73 tempat duduk. Sebagai layanan Public Service Obligation (PSO), tarif perjalanan terjauh Garut–Pasar Senen tetap dipatok Rp45 ribu.

Pelaksana Harian Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Aditya Karsa, menyebut program Rel Ekonomi Rakyat dirancang untuk memperluas akses transportasi publik.

Distribusi hasil pertanian

Tujuannya agar terjangkau sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut dia, keberadaan kereta tersebut juga berperan dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan menjaga kelancaran rantai pasok pangan.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Garut menyambut program itu sebagai peluang baru.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menilai terpilihnya Garut sebagai lokasi peluncuran pertama di Jawa Barat menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi daerah.

Kabupaten yang dikenal sebagai penghasil produk pertanian, kerajinan, dan destinasi wisata itu dinilai membutuhkan dukungan konektivitas yang semakin baik untuk memperluas akses pasar.

Di sisi lain, data KAI menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan KA Cikuray terus meningkat.

Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat 293.265 orang. Setahun kemudian melonjak menjadi 514.767 penumpang.

Angka itu kembali meningkat menjadi 591.089 pada 2024 dan mencapai 615.723 pelanggan pada 2025.

Tren pertumbuhan itu berlanjut pada 2026. Hingga Mei, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan.

Secara kumulatif, lebih dari 2,2 juta orang telah menggunakan layanan tersebut sejak pertama kali beroperasi.

Sedangkan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat.

Utamanya, dalam hal kebutuhan  transportasi yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial.

Menurut dia, setiap daerah yang dilalui KA Cikuray memiliki peran ekonomi yang saling melengkapi.

Karena itu, Rel Ekonomi Rakyat diharapkan menjadi simpul yang menghubungkan aktivitas pertanian.

Termasuk, perdagangan, pendidikan, industri, hingga distribusi barang dan jasa melalui moda transportasi yang terjangkau, aman, dan nyaman.  ***

Pos terkait