TURISIAN.com – Jember Fashion Carnaval 2026 (JFC) kembali menggelar pertunjukan jalanan yang tak hanya memamerkan kemegahan kostum, tetapi juga mengangkat pesan tentang masa depan bumi.
Pada penyelenggaraan ke-24, karnaval yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) itu mengusung tema “HEAL: Humanity, Earth, and Life”.
Sebuah gagasan yang menempatkan isu pemulihan lingkungan dan kemanusiaan sebagai ruh utama pertunjukan.
Festival yang akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di kawasan Alun-Alun Central Park, Jember, Jawa Timur, tersebut telah lama dikenal sebagai salah satu karnaval busana jalanan terbesar di Asia.
Ribuan penonton diperkirakan kembali memadati lintasan parade untuk menyaksikan kreasi para peserta yang memadukan seni kostum, musik, tari, dan pertunjukan teatrikal.
Sementara itu Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai JFC telah berkembang melampaui sebuah parade fesyen.
Menurut dia, ajang ini menjadi representasi kreativitas bangsa sekaligus ruang bagi seni untuk menyuarakan berbagai isu sosial dan lingkungan.
“Jember Fashion Carnaval bukan sekadar parade busana megah. Melainkan simbol kreativitas, inovasi, dan kepedulian sosial bangsa Indonesia yang diakui dunia,” kata Widiyanti dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
“Melalui tema HEAL, JFC 2026 menunjukkan bahwa seni dan budaya mampu menjadi medium. Utamanya dalam menyampaikan pesan keberlanjutan lingkungan. Sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi lokal dan pariwisata daerah,” sambungnya.
Tahun ini, penyelenggara memperkenalkan konsep baru yang memperluas batas pertunjukan karnaval.
Jika sebelumnya sorotan utama berada pada parade kostum, kini panggung pembuka akan menghadirkan drama kolosal bertajuk Dewi Bumi.
Memadukan teknologi visual
Pertunjukan tersebut memadukan teknologi visual, koreografi kontemporer, hingga instalasi mekanis yang terpasang pada kostum para peserta.
Sedangkan tokoh utama dalam drama itu adalah Gaia, personifikasi bumi yang mengisahkan perjalanan alam semesta.
Dari harmoni alam hingga berbagai ancaman yang muncul akibat ulah manusia.
Kisah tersebut menjadi pembuka sebelum ribuan peserta dari berbagai defile turun bersama ke lintasan parade, menciptakan atraksi kolosal yang menjadi ciri khas JFC.
Kementerian Pariwisata berharap penyelenggaraan JFC 2026 tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam peta festival internasional.
Tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan wisatawan diperkirakan memberi dampak langsung terhadap sektor perhotelan. Termasuk, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di Kabupaten Jember.
Masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan dari tribun utama telah dapat memperoleh tiket melalui situs resmi Jember Fashion Carnaval maupun kanal media sosial Karisma Event Nusantara. ***





