Warkop DKI Berburu Formula Tawa hingga ke Thailand, Ketemu Siapa Saja?

Warkop DKI
Film komedi drama "Warkop DKI: Viralin Dong!" akan mulai tayang 11 Juni 2026. (Instagram/@falconpictures_)

TURISIAN.com – Sudah beberapa kali naskah berganti tangan. Namun tim produksi Falcon Pictures merasa cerita yang mereka cari untuk menghidupkan kembali semangat Warkop DKI belum juga ditemukan.

Pencarian itu pun akhirnya membawa mereka ke Thailand.

Di negeri jiran tersebut, Falcon bertemu tiga nama yang tak asing di industri perfilman Asia: Banjong Pisanthanakun, Chantavit Dhanasevi, dan Thamsatid Charoenrittichai.

Ketiganya kemudian dilibatkan dalam pengembangan film komedi drama “Warkop DKI: Viralin Dong!” yang dijadwalkan tayang pada 11 Juni 2026.

“Kita sudah ganti-ganti penulis Indonesia, tapi rasanya belum cukup kuat untuk Warkop DKI,” kata produser Frederica dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut dia, pertemuan dengan Banjong dan timnya sekitar dua tahun lalu menjadi titik awal lahirnya kolaborasi kreatif lintas negara tersebut.

Dari pertemuan itu, proses pengembangan cerita berlanjut. Tim penulis Thailand menyusun sinopsis, melakukan riset, hingga merancang fondasi cerita.

Namun karena film ini berakar kuat pada budaya Indonesia, Falcon tidak menyerahkan seluruh proses penulisan kepada mereka.

Sejumlah penulis Indonesia ikut terlibat untuk memastikan ruh lokal tetap terjaga.

Nama-nama seperti Theo, Dany, Darly, dan Herwin Novianto turut menyempurnakan naskah.

Tentang Persahabatan

Di belakang layar, Indro Warkop juga berperan sebagai penjaga warisan Warkop.

Indro tak sekadar memberi masukan teknis. Ia berbagi cerita tentang persahabatan Dono, Kasino, dan dirinya;.

Yakni, tentang cara mereka melontarkan kritik sosial melalui humor,  juga tentang dinamika yang membuat Warkop bertahan sebagai ikon komedi lintas generasi.

Sementara itu bagi Banjong Pisanthanakun, proyek ini menjadi pengalaman pertama menulis skenario film Indonesia.

Sebelum mulai bekerja, ia bersama timnya menonton berbagai film produksi Falcon sekaligus menelusuri jejak film-film Warkop DKI.

Meski sama-sama berada di Asia Tenggara, perbedaan budaya Indonesia dan Thailand menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, riset dilakukan lebih dulu sebelum proses penulisan dimulai.

“Indonesia dan Thailand berbeda. Karena itu kami harus memahami konteksnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Sedangkan Sutradara Herwin Novianto mengatakan film ini dirancang untuk menjembatani dua kelompok penonton.

Mereka yang tumbuh bersama lawakan Warkop dan generasi baru yang mengenalnya dari layar digital.

Penonton lama, menurut Herwin, akan menemukan kembali nostalgia yang pernah mereka rasakan.

Energi Komedi

Sementara generasi muda diharapkan dapat menikmati cerita tanpa harus memiliki pengetahuan tentang sejarah Warkop terlebih dahulu.

Film ini dibintangi oleh Desta Mahendra, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro. Ketiganya dipercaya mengemban tugas yang tidak ringan.

Menghadirkan kembali energi komedi yang pernah menjadikan Warkop DKI sebagai fenomena budaya populer Indonesia.

Bagi Indro, yang tersisa dari Warkop bukan sekadar nama atau karakter. Yang lebih penting adalah semangat yang diwariskan.

Ketika melihat tiga pemeran utama berdiri di atas panggung, ia mengaku seperti menyaksikan nyala lama yang kembali menyala.

“Warkop itu bukan hanya saya, Dono, dan Kasino,” katanya.

“Yang penting semangatnya masih hidup,” pungkasnya. ***

Pos terkait