TURISIAN.com – Pasar Kreatif Bandung 2026 kembali digelar. Sebuah upaya untuk menjaga denyut usaha kecil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Melalui Pasar Kreatif Bandung 2026, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.
Tokoh UMKM Bandung, Henry Husada, menilai kehadiran Pasar Kreatif Bandung menjadi langkah strategis.
Utamanya, dalam memperkuat sektor usaha mikro yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Menurut dia, penyelenggaraan kegiatan tersebut patut diapresiasi karena memberikan kesempatan bagi UMKM.
Khususnyta, untuk tetap bertahan sekaligus berkembang di tengah berbagai tantangan ekonomi.
“Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung ini sudah sangat tepat. Apalagi jika event seperti ini bisa berlangsung secara berkesinambungan,” kata Henry Husada, Kamis, 4 Juni 2026.
Henry menilai kondisi geopolitik global yang masih bergejolak berpotensi memengaruhi berbagai sektor usaha.
Dalam situasi seperti itu, kata dia, penguatan ekonomi berbasis masyarakat melalui sektor UMKM menjadi semakin penting.
“Ketika kondisi global belum sepenuhnya stabil, sektor mikro justru harus mendapat perhatian lebih. UMKM terbukti memiliki daya tahan yang kuat dan mampu menjadi penggerak ekonomi di tingkat lokal,” ujarnya.
Bulan Belanja Bandung
Pasar Kreatif Bandung 2026 kembali hadir sebagai pembuka rangkaian Bulan Belanja Bandung.
Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 8 Juni hingga 2 Agustus 2026 dan tersebar di delapan pusat perbelanjaan di Kota Bandung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan event ini akan menjadi momentum awal pelaksanaan Bulan Belanja Bandung tahun ini.
“Pasar Kreatif Bandung akan menjadi pembuka sekaligus launching Bulan Belanja Bandung pada 8 Juni di Paris Van Java,” kata Ronny.
Menurut Ronny, sebanyak 339 UMKM telah lolos proses kurasi dan siap menampilkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mereka sudah melalui proses seleksi dan kurasi agar sesuai dengan pasar di masing-masing mal,” ujarnya.
Delapan pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi penyelenggaraan adalah Paris Van Java, Cihampelas Walk, Paskal 23, Trans Studio Mall.
Kemudian juga ada di Kings Shopping Center, Summarecon Mall Bandung, Festival Citylink, dan Botanika.
Ronny menjelaskan, kegiatan yang merupakan rangkaian Bulan Belanja Bandung ini tidak semata-mata berorientasi pada transaksi penjualan.
Kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana memperkuat citra dan identitas produk lokal agar semakin dikenal masyarakat.
Meningkatkan Branding
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan branding. Setelah itu baru diharapkan ada peningkatan penjualan dan omzet,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran produk UMKM di pusat perbelanjaan modern memberikan pengalaman berbeda bagi para pelaku usaha.
Selain memperluas jangkauan pasar, eksposur yang diperoleh dinilai mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Pasar Kreatif Bandung juga menjadi etalase berbagai produk unggulan Kota Bandung, mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner.
Melalui kegiatan ini, pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis, termasuk menjalin kerja sama dengan calon pembeli maupun investor.
“Kita ingin UMKM naik kelas, punya pasar yang lebih luas, dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Ronny.
Pembukaan Pasar Kreatif Bandung dijadwalkan diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Selain itu juga akan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan. Termasuk unsur DPRD dan Dekranasda Kota Bandung.
Ronny mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal dengan mengunjungi Pasar Kreatif Bandung yang mulai dibuka pada 8 Juni mendatang.
“Ayo kunjungi Pasar Kreatif Bandung mulai 8 Juni. Dukung UMKM kita agar semakin maju dan berkembang,” katanya. ***





