Waspada Aktivitas Gunung Sinabung, Wisatawan Diminta Jauhi Radius Bahaya

Gunung Sinabung
Ilustrasi Gunung Sinabung di Sumatera Utara sedang erupsi. (Foto: Turisian.com/Dok)

TURISIAN.com – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung kembali menunjukkan peningkatan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat. Termasuk, wisatawan, dan pendaki agar tidak mendekati kawasan sekitar gunung tersebut.

Warning ini disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas kegempaan dalam beberapa hari terakhir iniĀ  di Kabupaten Karo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 22 Mei 2926 mengatakan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung ditandai dengan terekamnya getaran menerus atau tremor sejak Kamis malam.

Sementara itu, Tim Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi melaporkan hasil pemantauan kegempaan menunjukkan tremor dengan amplitudo maksimum 4 milimeter.

Mulai terekam sejak Kamis pukul 23.53 WIB dan masih berlangsung hingga siang hari.

Selain tremor, petugas juga merekam gempa hembusan, gempa low frequency, serta gempa hybrid yang sebelumnya jarang terjadi di gunung api tersebut.

Lana mengatakan peningkatan aktivitas itu perlu diwaspadai karena berpotensi memicu erupsi freatik maupun erupsi magmatik.

Selain itu, peningkatan tekanan di dalam sistem magmatik juga dapat memicu pembongkaran kubah lava yang berada di kawasan puncak Gunung Sinabung.

Sedangkan secara visual, pengamatan menunjukkan hembusan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang. Dengan, ketinggian antara 50 hingga 500 meter di atas kubah lava.

Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari radius sektoral sejauh 3,5 kilometer pada sektor selatan-timur gunung tersebut.

Selain ancaman erupsi, masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama saat musim hujan.

Lahar berpotensi melintasi alur sungai di sektor barat daya yang berhulu di kawasan puncak gunung.

Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus memperkuat koordinasi.

Terutama, dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung serta mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung tersebut. ***

Pos terkait