Srikandi Menjadi Poros Baru Pagelaran Sabang Merauke 2026, Catat Tanggalnya

Pagelaran Sabang Merauke
(Instagram/@pagelaransabangmerauke)

TURISIAN.com – Perempuan akan menjadi pusat cerita dalam Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026.

Memasuki penyelenggaraan ketujuh, pertunjukan kolosal yang digelar iForte bersama BCA itu mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara.

Lokasi event akan berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada 21–23 Agustus 2026.

Tema tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta, pada 20 Mei 2026.

Acara dibuka dengan penampilan Batavia Madrigal Singers di bawah arahan konduktor Avip Priatna dan dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.

Untuk pertama kalinya, penyanyi Raisa Andriana bergabung dalam pagelaran ini. Ia didapuk memerankan tokoh Srikandi, figur yang menjadi benang merah perjalanan cerita.

Raisa akan tampil bersama sejumlah nama yang telah menjadi bagian dari pagelaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Seperti Yura Yunita, Padi Reborn, dan Indra Bekti. Sementara itu, Galabby Thahira hadir sebagai pendatang baru dan memerankan tokoh Limbuk.

“Sudah dari tahun-tahun sebelumnya aku penasaran sekali dengan Pagelaran Sabang Merauke. Aku bisa berkesempatan memerankan langsung tokoh Srikandi dalam tema yang sangat spesial tahun ini,” ujar Raisa.

Dalam alur cerita yang disiapkan, Srikandi menjadi titik temu berbagai tokoh perempuan dari beragam hikayat Nusantara.

Harmoni Alam

Ada Mahadewi sebagai penjaga harmoni alam, Dayang Sumbi yang merepresentasikan kasih sayang dan kehormatan.

Kemudian, Mande Rubayah yang dipotret melalui perspektif cinta seorang ibu, hingga Calonarang yang menghadirkan kisah pengorbanan.

Melalui tokoh-tokoh tersebut, pagelaran ini mencoba merangkai narasi tentang peran perempuan dalam kebudayaan dan kehidupan masyarakat Nusantara.

Skala produksi yang disiapkan tahun ini terbilang besar. Lebih dari 1.700 pelaku seni dan tim produksi dilibatkan.

Mereka terdiri atas 15 penyanyi, satu grup band nasional, 387 penari budaya dari berbagai daerah, 50 musisi tradisional, 119 anggota paduan suara gabungan, serta 60 personel orkestra.

Koreografer utama Sandhidea Cahyo mengatakan sedikitnya 103 nomor koreografi tengah dipersiapkan untuk pertunjukan tersebut.

Prosesnya diawali dengan workshop koreografi pada 21 Mei 2026 dan dilanjutkan latihan intensif selama tiga bulan di Yogyakarta mulai awal Juni.

Dari sisi artistik, perancang busana Priyo Oktaviano menggandeng sejumlah desainer anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), desainer muda Indonesia, Batik Keris, dan UBS Gold.

Mereka menyiapkan kostum yang dirancang untuk merepresentasikan karakter Srikandi sebagai sosok perempuan yang tangguh sekaligus anggun.

Panggung pun mendapat sentuhan baru. Area LED untuk kebutuhan live camera diperluas, sistem panggung dibuat dengan struktur leveling yang lebih kompleks.

Dan sejumlah adegan teatrikal udara disiapkan melalui kolaborasi dengan Piranha Stunt yang menggunakan empat sling.

Memperluas Pengalaman

Tak hanya menawarkan pertunjukan utama, penyelenggara juga memperluas pengalaman pengunjung melalui berbagai aktivitas pendukung.

Sementara itu untuk instalasi seni, pameran kostum dari Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi, animatronik dari Magelang Ethno Carnival.

Hingga festival UMKM dan Cultural Fair akan menjadi bagian dari rangkaian acara.

Sedangkan karya-karya dari Museum of Toys, JICAF, RUS Animation, ARTJOG, dan Art Jakarta turut dihadirkan.

Sementara area Desa Wisata by Bakti BCA disiapkan sebagai ruang interaksi budaya dan promosi kearifan lokal dari berbagai daerah.

Presiden Direktur dan CEO iForte Aming Santoso mengatakan pihaknya berterima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung penyelenggaraan pagelaran tersebut.

Adapun Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono menilai Sabang Merauke sebagai pertunjukan yang unik karena mempertemukan banyak cabang seni dalam satu panggung.

Tahun ini menjadi fase penting bagi perjalanan Pagelaran Sabang Merauke. Setelah lima tahun berjalan dan tujuh kali digelar, penyelenggara mulai menyiapkan langkah berikutnya.

Pada 2027, pertunjukan ini direncanakan hadir di berbagai kota di Indonesia, membawa misi yang sama: memperluas ruang apresiasi terhadap seni dan budaya Nusantara. ***

Pos terkait