TURISIAN.com – Pemerintah Kota Bogor menatap gelaran Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XV Jawa Barat 2026 bukan semata sebagai perhelatan olahraga, melainkan peluang ekonomi yang menjanjikan.
Status sebagai tuan rumah bersama Depok dan Bekasi diyakini akan memantik efek berganda bagi denyut ekonomi lokal.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, melihat tanda-tanda awal itu mulai tampak. Sejumlah hotel di kota hujan tersebut dilaporkan telah dipesan oleh kontingen dari berbagai daerah.
Baik untuk keperluan pertandingan maupun pemusatan latihan. Sinyal sederhana, namun cukup untuk membaca arah perputaran uang yang mulai bergerak.
“Efeknya bukan hanya pada peningkatan ekonomi, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang akan merasakan langsung dampaknya,” ujar Jenal di Balai Kota, Selasa, 21 April 2026.
Pergerakan ini, menurut dia, akan merembet ke sektor lain. Tidak hanya hotel dan restoran yang kebagian limpahan, tetapi juga transportasi, pelaku UMKM, hingga jasa penunjang lainnya.
Porprov, dalam konteks ini, menjadi semacam mesin penggerak yang menghubungkan berbagai lini usaha.
Pemerintah kota berharap momentum tersebut berujung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan sekitar 20 cabang olahraga dipertandingkan di Bogor, arus atlet, ofisial. Dan pendukung diperkirakan akan menciptakan permintaan yang signifikan terhadap layanan lokal.
Di sisi anggaran, Pemkot Bogor mengalokasikan sekitar Rp55 miliar dari APBD. Dana ini difokuskan pada kesiapan venue, pembinaan atlet, serta kebutuhan teknis pertandingan.
Pos seremonial dipangkas pilihan yang mencerminkan kehati-hatian dalam belanja publik.
Di luar urusan ekonomi, target ambisius di Porprov XV juga dipasang yakni 100 medali emas. Angka itu melampaui capaian sebelumnya, 65 emas.
Sebuah target yang, jika tercapai, akan melengkapi ambisi Bogor. Tak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga kompetitor yang diperhitungkan. ***





