Dukungan Pelaku Pariwisata untuk Vokasi, Henry Husada Nilai Langkah Menaker Tepat

Henry Husada Dukung Vokasi
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli ketika berdialog dengan para peserta pelatihan vokasi Vokasi Nasional (PVN) 2026 di BBPVP Medan, Selasa 21 April 2026. (Dok.kemenaker)

TURISIAN.com -Tokoh Pariwisata  sekaligus CEO Kagum Group, Henry Husada, menyatakan dukungannya terhadap upaya Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam menggalakkan program pelatihan vokasi.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan industri.

“Menurut saya pelatihan vokasi ini menjadi sangat penting agar Indonesia memiliki tenaga kerja berkemampuan tinggi,” kata Henry, Kamis, 23 April 2026.

Henry menilai program vokasi yang dirancang pemerintah sudah sejalan dengan dinamika dunia usaha dan pasar kerja.

Dengan pendekatan berbasis kebutuhan industri, peserta pelatihan diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dan siap terserap setelah menyelesaikan pendidikan.

Pandangan Henry—yang juga dikenal sebagai tokoh di sektor pariwisata—disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap langkah Kementerian Ketenagakerjaan dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelatihan vokasi.

Saat meninjau Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 di BBPVP Medan pada Selasa, 21 April 2026, ia menyebut program tersebut sebagai instrumen konkret pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja terampil.

Yassierli
Henry Husada bersama Menteri Tenaga Kerja Prof. Yassierli. (Foto: Turisian.com/Ist)

Delapan Kejuruan

“Inilah langkah konkret bagaimana Kemnaker dapat menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi,” ujar Yassierli.

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I di BBPVP Medan mencakup 10 program dari delapan kejuruan.

Program itu antara lain teknisi AC, practical office, barista, kitchen management, housekeeping, surveyor. Termasuk operator forklift, las 6G, instalasi tenaga listrik, hingga menjahit. Seluruhnya dirancang sesuai kebutuhan industri.

Yassierli juga meminta balai pelatihan di bawah Kementerian Ketenagakerjaan memperluas akses pelatihan bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat peningkatan jumlah peserta.

“Kalau dana kita terbatas, saya minta kepada kepala balai agar menjalin kerja sama dengan industri. Dari situlah nanti kita bisa menyuplai tenaga kerja yang memiliki kompetensi vokasi sesuai kebutuhan industri,” katanya.

Sementara itu pemerintah menargetkan peserta PVN pada 2026 mencapai 70 ribu orang.

Pada Batch I, jumlah peserta tercatat 10.405 orang yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.

Melalui program ini, pemerintah berharap pelatihan vokasi tak hanya meningkatkan kompetensi. Tetapi juga memperluas peluang kerja dan menjawab kebutuhan tenaga terampil di berbagai sektor industri. ***

Pos terkait