Lepas Masuk Panggung Jakarta Fashion Week 2027, Menjual Gaya Hidup Lewat Kendaraan Listrik

Jakarta Fashion Week
Dalam Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 mendatang, pihak penyelenggara akan menggandeng merek kendaraan listrik asal China, Lepas. (Instragram/@jfwofficial)

TURISIAN.com – Industri otomotif dan fashion semakin menemukan titik temu. Fenomena itu terlihat dari langkah penyelenggara Jakarta Fashion Week (JFW) 2027.

Dalam pelaksaan event JFW menggandeng merek kendaraan listrik asal China, Lepas, sebagai mitra dalam ajang mode terbesar di Indonesia tersebut.

Kolaborasi ini menandai upaya memperluas peran kendaraan dari sekadar sarana mobilitas menjadi bagian dari gaya hidup. Termasuk ekspresi personal masyarakat urban.

Bagi Lepas, panggung fashion dianggap sebagai ruang yang tepat untuk memperkenalkan visi mereka tentang mobilitas masa depan.

Sementara itu President Director Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengatakan perkembangan industri fashion dan otomotif saat ini menunjukkan keterkaitan yang semakin kuat.

Keduanya, menurut dia, sama-sama berperan dalam membentuk preferensi gaya hidup masyarakat perkotaan.

“Ketika dunia fashion terus berkembang dan mendefinisikan ulang gaya. Kami juga berupaya menghadirkan pendekatan baru terhadap mobilitas yang lebih berkelanjutan, relevan, dan selaras dengan gaya hidup modern,” ujar Zeng dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa, 9 Juni 2026.

Kerja sama tersebut pertama kali diperkenalkan dalam ajang Designers’ SoirĂ©e, forum yang mempertemukan para desainer dan pelaku industri mode menjelang penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2027.

Acara itu menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tren, kreativitas, serta perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat urban.

Inovasi Teknologi

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kendaraan listrik, Lepas melihat peluang untuk menghubungkan inovasi teknologi dengan dunia kreatif.

Menurut Zeng, masa depan tidak hanya berbicara soal transportasi yang ramah lingkungan. Tetapi juga tentang bagaimana teknologi menyatu dengan cara hidup masyarakat.

“Dengan semangat yang sama dalam mendorong kreativitas, kami percaya masa depan akan menghadirkan harmoni antara fashion dan kendaraan listrik. Sekaligus, membentuk gaya hidup yang lebih ekspresif dan sadar,” katanya.

Masuknya merek otomotif ke panggung fashion mencerminkan perubahan strategi yang kini ditempuh banyak perusahaan.

Produk kendaraan diposisikan bukan hanya berdasarkan spesifikasi teknis. Melainkan juga nilai estetika dan pengalaman yang ditawarkan kepada konsumen.

Sedangkan bagi Lepas, desain tidak berhenti pada bentuk yang menarik secara visual.

Desain harus mampu menciptakan pengalaman yang intuitif, nyaman, sekaligus relevan dengan kebutuhan pengguna.

Filosofi itu dianggap sejalan dengan semangat Jakarta Fashion Week yang mengusung konsep “design with purpose”. Bahwa kreativitas dan estetika memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar penampilan.

Sementara melalui kolaborasi ini, Lepas berupaya memperkuat citranya sebagai merek yang bergerak di persimpangan antara mobilitas dan gaya hidup.

Strategi tersebut bukan hanya untuk membangun kesadaran merek. Namun juga mendekatkan diri kepada konsumen muda yang menjadikan desain, teknologi, dan keberlanjutan sebagai bagian dari pilihan hidup mereka.

Di Indonesia, Lepas mengusung makna kebebasan untuk terus bergerak dan berinovasi.

Visi itu, menurut Zeng, menjadi bagian dari ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. ***

Pos terkait