Rabeg, Masakan Daging Kambing yang Lezat Khas Kasultanan Banten

Rabeg Khas Banten
Rabeg Khas Banten. (Source: Disbudpar Banten)

TURISIAN.com – Wisata kuliner di Banten, Sobat Turisian jangan lupa untuk mencicipi rabeg kambing khas Banten. Masakan daging kambing sedap ini merupakan warisan dari Kasultanan Banten yang sudah melegenda.

Sepintas rabeg Banten ini serupa dengan gulai kambing muda pada umumnya. Hidangan khas Banten ini lahir dari perkawinan antara kuah gurih manis dengan daging kambing yang empuk, dan bumbu-bumbu rempah.

Kesegaran rabeg Banten yang bisa Sobat Turisian rasakan, berasal dari perpaduan serai dan daun jeruk di tengah cita rasa rempah, seperti pala, cengkeh dan kayu manis. Perpaduan ini membalut lezatnya daging empuk, jeroan usus, hingga hati kambing.

Rasa gurih dengan kuah yang kaya rempah pada makanan khas Benten ini, akan membuat Sobat Turisian ketagihan. Kuahnya berwarna kecoklatan menggugah selera makan.

Bagi Sobat Turisian yang suka pedas tentu tinggal tambahkan sambal yang sudah tersedia, sesuai dengan selera pedas kalian. Harga satu porsi rabeg pun masih bersahabat dan tidak akan menguras kantong. Berkisar antara 20 ribu rupiah hingga 30 ribu rupiah per porsinya.

Selain rasanya yang lezat dan gurih, kuliner yang satu ini juga sarat akan sejarah Banten, khususnya Kesultanan Banten.

Sejarah Makanan Rabeg Khas Banten

Banyak versi terkait asal mula kemunculan makanan rabeg khas Banten. Salah satunya, saat Raja Banten Sultan Maulana Hasanuddin menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Situs Keraton Kaibon, Sisa-Sisa Kemegahan Istana Ibunda Sultan

Kala itu, Sultan Hasanuddin melewati sebuah kota dan menepi di pelabuhana di tepi Laut Merah, kota tersebut bernama Rabiq (juga dieja sebagai Rabigh).

Rabiq ini adalah sebuah kota kuno yang sebelumnya bernama Al Johfa. Pada awal abad ke-17, kota ini hancur karena ombak, lalu dibangun kembali menjadi kota indah dengan nama baru Rabiq. Sultan Banten sangat terkesan dengan keindahan kota itu. Beliau juga sempat bersantap dengan lahap di kota ini setelah berminggu-minggu mengarungi samudera.

Sepulang dari Makkah, kenangan tentang kota Rabiq di Tanah Suci itu membuat Sultan memerintahkan juru masak istana untuk memasak daging kambing. Karena tidak ada yang tahu bagaimana cara memasak kambing seperti di Tanah Suci, juru masak pun mereka-reka sendiri masakan kambing yang khas. Hasilnya masakan Rabeg dan ternyata Sultan sangat menyukainya.

Sejak itu, masakan kambing empuk yang gurih dan beraroma harum itupun menjadi sajian wajib di istana. Resep masakan khas itu pun perlahan masyarakat mengetahuinya dan menjadi sajian populer yang wajib hadir di setiap perhelatan.

Tak pelak lagi, nama Rabiq pun melekat pada masakan itu. Dalam perkembangannya, Rabiq pun berubah nama menjadi Rabeg karena menyesuaikan ejaan masyarakat Banten.

Rabeg Sajian Populer di Banten

Sampai saat ini, Rabeg masih menjadi sajian populer di Banten. Banyak warung dan rumah makan yang menyajikan masakan khas Banten ini. Ada rumah makan yang menyajikan rabeg dari daging dan jerohan kambing, ada pula yang hanya menyediakan daging dan iga kambing.

Nah bagi Sobat Turisian yang ingin mencoba kenikmatan rabeg khas Banten bisa menemukan penjualnya di Serang dan Cilegon. Kalian dapat mencari dan mengetahui warung tenda dengan tulisan “Rabeg”.

Baca juga: Tasikardi, Danau Buatan Peninggalan Kejayaan Kasultanan Banten!

Namun, ada beberapa tempat yang memang sudah sering dikunjungi dan terkenal di masyarakat. Tempat-tempat itu, yaitu Pondok Makan Endah Sari di Jalan Jenderal Sudirman, Serang. Kemudian Rumah Makan Rabeg H. Naswi di Jalan Raya Mayor Syafe’i, seberang rumah tahanan Kota Serang. Serta Warung Rabeg Mang Sam di Komplek Arga Baja Pura, Jalan Argaraya E.1 No.10 Kotasari, Grogol, Cilegon.*

 

 

Pos terkait