TURISIAN.com – Merayakan kemerdekaan tak melulu soal upacara dan lomba panjat pinang. Di Senayan, Jakarta, olahraga menjadi medium lain ulang tahun RI.
Sebanyak 250 orang dari 18 komunitas lari dan sejumlah undangan akan ambil bagian dalam Gudda Fest 2026 pada Minggu, 16 Agustus.
Acara yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan itu memadukan fun run, turnamen padel, permainan tradisional khas 17 Agustus, dan hiburan.
Sementara itu, Project Owner Gudda Fest Pambudi Prasetyo mengatakan kegiatan dimulai dengan lari santai sejauh lima kilometer.
Peserta berkumpul di Gudda Coffee, Wisma Serbaguna Senayan, pada pukul 06.00 WIB.
Dari sana mereka bergerak menuju kawasan Car Free Day Sudirman. Rute kemudian melewati Jembatan Semanggi dan berbalik di Bundaran Senayan sebelum berakhir di SVA Senayan Padel.
Peserta diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 07.45 WIB. Mereka akan mendapat refreshment dan mengikuti sesi pendinginan sebelum masuk ke agenda berikutnya.
“Tujuan kegiatan ini adalah merayakan kemerdekaan RI dan mempersatukan masyarakat melalui olahraga,” kata Pambudi dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Lari lima kilometer itu sengaja dibuat tanpa suasana kompetisi. Tidak ada medali bagi pelari.
Perlombaan Kompetitif
Pambudi menyebutnya sebagai pemanasan sebelum peserta beralih ke pertandingan padel atau permainan kemerdekaan.
“Fun run tidak ditujukan sebagai perlombaan kompetitif,” ujarnya.
“Konsepnya cuma menjadi kegiatan pemanasan sebelum peserta mengikuti turnamen padel maupun permainan lainnya,” sambungnya.
Tahun ini ada sesuatu yang baru. Gudda Fest untuk pertama kalinya memasukkan padel sebagai salah satu menu utama.
Turnamen dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB. Dua lapangan di SVA Senayan Padel digunakan untuk pertandingan.
Sedangkan satu lapangan disiapkan untuk permainan bertema kemerdekaan.
Mereka yang tak bermain padel bisa kembali ke suasana lomba tujuh belasan. Ada lomba makan kerupuk, menari, dan sejumlah permainan lain.
Komunitas lari yang datang pun tidak hanya menjadi penonton. Masing-masing memiliki perwakilan yang ikut bertanding di lapangan padel.
Ruang Pertemuan
Panitia menyiapkan hadiah untuk para peserta. Jam tangan, kacamata olahraga, produk multivitamin, hingga uang tunai masuk dalam daftar hadiah.
Bagi Pambudi, hadiah hanyalah bagian kecil dari acara. Yang lebih penting adalah menciptakan ruang pertemuan bagi masyarakat.
Orang datang untuk berlari, bermain, menonton, dan bercengkerama dalam suasana perayaan kemerdekaan. Dukungan juga datang dari SVA Senayan Padel.
Direktur Utamanya, Ronny Herlianto, menyebut konsep Gudda Fest sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-81 RI dan upaya mendorong gaya hidup sehat.
“Konsepnya memadukan olahraga dan hiburan, jadi sebagai pemilik tempat, kami mendukung penuh kegiatan ini,” kata Ronny.
Gudda Fest pada akhirnya bukan sekadar lomba lari atau turnamen padel.
Ia mencoba memindahkan semangat tujuh belasan ke ruang olahraga modern, yakni orang-orang berkumpul, bertanding, bersorak, lalu pulang membawa cerita tentang kemerdekaan yang dirayakan dengan cara berbeda. ***





