95 Persen Siap, MotoGP Mandalika 2026 Tinggal Menunggu Lampu Hijau

MotoGP Mandalika
Jadwal penyelenggaraan MotoGP 2027. (Dok.MotoGP)

TURISIAN.com – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tinggal menghitung hari. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan persiapan balapan MotoGP Mandalika telah matang.

Sejauh ini persiapan  di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, telah mencapai 95 persen.

Balapan dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

“Sekarang kami memasuki fase final check. Di saat yang sama, antusiasme penonton juga terus meningkat,” kata Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC Troy Warokka dalam keterangan tertulis, Senin, 28 September 2026.

Pekerjaan menjelang balapan tak hanya menyangkut lintasan.

ITDC memeriksa kesiapan operasi balapan, transportasi, keamanan, layanan kesehatan, akomodasi, pelayanan penonton, hingga keterlibatan masyarakat.

Sirkuit dan fasilitas pendukung telah diperiksa bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Pemeriksaan itu menjadi bagian dari persiapan menuju homologasi FIM Grade A yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober.

Sementara itu sebanyak 400 marshal disiapkan untuk menjaga jalannya balapan. Mereka akan menjalani pelatihan pada 5–8 Oktober.

Personel Keamanan

Di sektor transportasi, 118 unit shuttle disiapkan untuk mengangkut penonton dan pekerja di dalam kawasan Mandalika selama tiga hari penyelenggaraan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menambah 35 shuttle untuk melayani pergerakan di luar kawasan sirkuit.

Keamanan juga diperkuat. Sebanyak 170 personel keamanan dan 550 personel pengendalian massa akan diterjunkan.

Mereka bekerja dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait selama rangkaian acara.

Sedangkan untuk layanan medis disiapkan berlapis. Fasilitasnya mencakup tenaga dan peralatan medis, helikopter medis, layanan rujukan, serta mini intensive care unit di area VIP.

Di luar kesiapan teknis, penjualan tiket menjadi salah satu indikator antusiasme penonton.

Tiket tahap pertama khusus pemegang KTP Nusa Tenggara Barat telah habis.

Penjualan tahap kedua kemudian dibuka, sementara tiket untuk masyarakat umum telah memasuki periode harga normal.

Pembalap Indonesia

Troy mengimbau masyarakat segera membeli tiket untuk menyaksikan balapan secara langsung.

Menjelang balapan, ITDC juga membawa atmosfer MotoGP keluar dari Mandalika.

Instalasi Giant Helmet Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dipasang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, bertepatan dengan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor pada Ahad.

Aktivasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye untuk mendukung dua pembalap Indonesia, Mario Aji dan Veda Ega Pratama.

“Semangat menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya terasa di Mandalika, tetapi juga hadir di tengah masyarakat Indonesia,” ujar Troy.

Sejumlah agenda pendukung telah disiapkan. Di antaranya watch party pada 4 Oktober, parade pembalap di Mataram, serta upacara pembukaan pada 11 Oktober.

Upacara itu akan melibatkan unsur budaya dan talenta lokal.

MotoGP Mandalika juga menjadi panggung bagi masyarakat setempat. ITDC mencatat 2.200 sukarelawan akan terlibat dalam penyelenggaraan.

Sebanyak 213 usaha mikro, kecil, dan menengah turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan.

Mitra Maskapai

Penyelenggaraan balapan didukung sejumlah mitra dan sponsor. Antara lain Pertamina, BRI, Bank Mandiri, BNI, BSI, BTN, Narmada.

Kemydian ada juga  Astra Honda Motor, Extra Joss, Airbnb, MS Glow Men, Red Bull, Hydro Coco, Coca-Cola, Kacang Dua Kelinci, dan Larutan Cap Badak.

Dari sektor penerbangan, Pelita Air, Garuda Indonesia, dan Citilink terlibat sebagai mitra maskapai.

Sedangkan bagi ITDC, jejaring sponsor, mitra, pemerintah daerah, sukarelawan, dan pelaku UMKM bukan sekadar pendukung teknis balapan.

Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga.

Dengan persiapan yang diklaim mencapai 95 persen, pekerjaan berikutnya adalah memastikan angka tersebut benar-benar teruji di lapangan.

Sebab, dalam ajang sebesar MotoGP, lima persen terakhir bisa menentukan apakah sebuah perhelatan berjalan mulus atau justru menyisakan persoalan. ***

Pos terkait