TURISIAN.com – Laut Pantai Baron di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menjadi tempat upacara yang tak biasa pada Senin, 17 Agustus 2026.
Di tengah laut, sekitar 150 meter dari garis pantai, bendera Merah Putih akan dikerek untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Satlinmas Rescue Istimewa memastikan upacara itu digelar mulai pukul 10.00 WIB.
Persiapan telah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir, termasuk melatih kondisi fisik petugas yang akan mengikuti prosesi di laut.
“Sudah persiapan untuk upacara HUT ke-81 RI nanti 17 Agustus 2026, dimulai pukul 10.00 WIB,” kata Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, Rabu, 12 Agustus 2026.
Upacara di laut itu bukan perkara sekadar mengerek bendera. Peserta harus berenang menembus air sejauh kurang lebih 150 meter dari pantai menuju lokasi upacara.
Alat Keselamatan
Karena itu, kesiapan fisik menjadi syarat utama.
Sementara itu wisatawan dan warga juga diperbolehkan ikut. Namun mereka harus menjalani safety briefing terlebih dahulu dan membawa pelampung masing-masing.
Sedangkan panitia sendiri tidak menyediakan alat keselamatan tersebut.
Briefing dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB di depan Posko SAR Pantai Baron, satu jam sebelum upacara dimulai.
Surisdiyanto mengatakan kondisi gelombang pada 17 Agustus diperkirakan cukup bersahabat.
Berdasarkan laman pemantauan cuaca, tinggi gelombang diperkirakan sekitar lima feet, atau 1,5 meter.
“Kita sudah mempersiapkan mulai petugas hingga lapangan. Insyaallah aman karena gelombang saat tanggal 17 nanti sudah landai,” ujarnya.
Meski demikian, petugas tidak mengandalkan perkiraan cuaca semata. Sejumlah perahu dan jetski disiapkan untuk mengantisipasi peserta yang kelelahan.
Bukan Tradisi Baru
Termasuk mengantisipasi peserta yang mengalami persoalan ketika berenang menuju lokasi upacara.
Upacara bendera di tengah laut Pantai Baron memang bukan tradisi baru. Setiap tahun, Satlinmas Rescue Istimewa menggelarnya sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.
Tahun ini, tradisi itu kembali mengajak wisatawan untuk tidak sekadar menyaksikan peringatan kemerdekaan dari bibir pantai.
Mereka dapat ikut menjadi bagian dari upacara—dengan satu syarat: siap menghadapi laut dan tidak mengabaikan keselamatan. ***





