TURISIAN.com – Keberhasilan Vinedrip Masterpiece menembus pasar mancanegara (internasional) dinilai menjadi penanda. Bahwa industri alas kaki lokal dari Kota Bandung, memiliki daya saing yang tidak kalah dibandingkan merek-merek global.
Tokoh UMKM Jawa Barat, Henry Husada, mengatakan pencapaian merek alas kaki asal kawasan Cibaduyut tersebut membuktikan bahwa produk lokal mampu berbicara di pasar dunia.
Tentu saja, apabila dikelola secara profesional dan berorientasi pada kualitas.
“Ini menjadi bukti bahwa brand lokal asal Bandung, Jawa Barat, mampu bersaing di pasar global,” kata Henry saat dihubungi Turisian, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut Henry, keberhasilan Vinedrip Masterpiece seharusnya menjadi momentum bagi pelaku UMKM lain.
Utamanya, dalam meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas merek, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai pintu masuk ke pasar internasional.
Ia menilai UMKM Indonesia tidak kekurangan kreativitas maupun kemampuan produksi.
Tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi menjaga mutu, inovasi, dan keberanian memperluas jaringan pemasaran hingga ke luar negeri.
“Kalau produk lokal dikelola dengan baik, saya yakin akan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Henry juga berharap pencapaian Vinedrip Masterpiece dapat menginspirasi generasi muda agar melihat industri alas kaki sebagai sektor usaha yang memiliki prospek cerah.
Menurut dia, industri sepatu bukan hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan mendorong lahirnya wirausaha baru.
“Potensi produk olahan UMKM di Bandung dan Jawa Barat sangat besar. Ini harus menjadi peluang untuk membangkitkan ekonomi di level UMKM,” katanya.

Membawa Misi Produk Indonesia
Sementara itu, pemilik Vinedrip Masterpiece, Kharel Sabli Khosy, mengatakan ekspansi perusahaan ke pasar internasional bukan semata mengejar peningkatan penjualan.
Perusahaannya juga membawa misi membangun kebanggaan terhadap produk buatan Indonesia.
Menurut Kharel, kualitas produk dalam negeri mampu bersaing dengan merek-merek internasional apabila dikembangkan secara serius dan konsisten.
“Kami ingin membuktikan bahwa brand lokal Indonesia bisa bersaing dengan brand luar. Baik dari sisi kualitas maupun daya saingnya,” kata Kharel saat ditemui di Store Vinedrip Masterpiece, baru-baru ini.
“Bahkan kami ingin produk ini semakin dikenal di pasar internasional,” sambungnya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Vinedrip Masterpiece kini telah memasarkan produknya ke Malaysia dan Thailand melalui platform e-commerce.
Selanjutnya, perusahaan menargetkan perluasan pasar ke sejumlah negara lain melalui penguatan penjualan di situs resmi sebagai bagian dari strategi ekspansi global.
Bagi Kharel, membangun bisnis alas kaki juga berarti membangun ekosistem industri kreatif.
Ia berharap semakin banyak anak muda tertarik menekuni sektor ini sebagai ruang berkarya sekaligus peluang menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. ***





