TURISIAN.com – Panggung musik kini tak lagi sekadar ruang hiburan. Di balik dentuman suara dan sorak penonton, tersimpan potensi ekonomi yang kian besar.
Pemerintah melihat pertemuan antara industri pertunjukan musik dan layanan keuangan digital sebagai salah satu formula baru untuk menggerakkan ekonomi kreatif nasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menilai kolaborasi lintas sektor tersebut mampu membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif.
Menurut dia, inovasi digital telah mengubah cara masyarakat menikmati hiburan. Sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi musisi, penyelenggara acara, hingga pelaku usaha pendukung.
“Sinergi seperti ini menunjukkan bagaimana inovasi digital dapat memperluas akses pasar, meningkatkan pengalaman audiens, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku ekonomi kreatif,” kata Irene dalam keterangan, Senin 22 Juni 2026.
Bagi Kementerian Ekonomi Kreatif, kemitraan antara sektor hiburan dan layanan finansial digital sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur komersial industri musik.
Pemerintah berharap ekosistem yang terhubung tersebut dapat memperluas akses pasar bagi para pejuang ekonomi kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Di mata Irene, festival musik berskala besar bukan sekadar ajang pertunjukan. Acara semacam itu telah berkembang menjadi penggerak aktivitas ekonomi yang menciptakan nilai tambah.
Rantai Pasok Industri
Menyerap tenaga kerja, dan menghidupkan rantai pasok industri kreatif dari hulu hingga hilir.
Karena itu, integrasi antara industri pertunjukan musik, teknologi digital, dan layanan keuangan dinilai penting.
Hal ini guna memperluas peluang usaha serta meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan sektor kreatif.
Pemerintah bahkan menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru nasional atau the new engine of growth.
Salah satu contoh yang mendapat perhatian pemerintah adalah Allo Bank Festival 2026 yang digelar akhir pekan lalu.
Festival musik tahunan yang menggabungkan konser, kuliner, dan berbagai aktivitas interaktif itu dinilai menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Namun, Irene mengingatkan bahwa pertumbuhan industri festival musik komersial harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap para pekerja seni.
Allo Bank Festival
Menurut dia, festival berskala besar perlu menjadi standar baru dalam tata kelola industri, mulai dari pengelolaan panggung, promosi, hingga pengembangan produk musik yang berkelanjutan.
Sejak pertama kali digelar pada 2022, Allo Bank Festival berkembang menjadi salah satu festival musik komersial terbesar di Indonesia.
Tahun ini, acara tersebut menghadirkan musisi dari berbagai genre, mulai dari pop, dangdut, hingga K-pop. Sekitar 15 ribu pengunjung memadati lokasi acara.
Di sela-sela pertunjukan, 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah turut meramaikan kawasan festival.
Memperlihatkan bagaimana industri hiburan dapat menjadi ruang pertemuan antara kreativitas dan aktivitas ekonomi. ***





