TURISIAN.com – Di pesisir utara Bali, Desa Les di Kabupaten Buleleng menempuh jalan berbeda dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Desa ini tidak hanya mengandalkan keindahan alam untuk menarik wisatawan. Tetapi juga berupaya menjaga tradisi dan lingkungan sebagai fondasi pembangunan.
Upaya itu mendapat dukungan melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA). Bagi Astra, pembangunan desa bukan sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Perusahaan tersebut menilai kemajuan harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan identitas budaya setempat.
“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa 16 Juni 2026.
“Tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya yang dimiliki masyarakat,” sambung Boy.
Penerapan Konsep
Desa Les menjadi salah satu contoh penerapan konsep tersebut. Desa pesisir itu berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
Tentu, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sementara itu penguatan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai program pendidikan.
Salah satunya kelas alam yang diikuti 15 pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Dalam kegiatan itu, peserta dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari sehingga lebih percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan mancanegara.
Sedangkan di sektor lingkungan, warga dilibatkan dalam berbagai kegiatan konservasi.
Program transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga produksi pupuk kompos.
Semuanya, menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir yang menopang kehidupan warga.
Sementara itu Astra juga memperkuat pengembangan ekonomi masyarakat melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Giri Segara.
Kolaborasi tersebut mencakup pemasaran produk unggulan desa serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Akses Pasar
Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali turut membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Salah satu komoditas yang mendapat manfaat adalah garam tradisional.
Permintaan garam dari desa tersebut kini mencapai sekitar satu ton per bulan dengan nilai transaksi sekitar Rp25 juta.
Menurut Boy, kolaborasi yang dibangun melalui program DSA diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya desa.
Berbagai program pemberdayaan yang dijalankan di Desa Les berbuah pengakuan.
Pada 2024, desa itu meraih predikat Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.
Bagi Astra, capaian tersebut menjadi penanda bahwa pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga tradisi dan lingkungan.
Model pembangunan semacam itu juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.





