Pariwisata Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Andalkan Event dan AI

pertumbuhan ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memukul gong dalam pembukaan acara Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026 yang mengusung tema Beyond Business Events: Redefining the Future of Events as a Catalyst for Competitive, Sustainable, and High-Value Tourism Growth di Jakarta, Rabu 29 Juli 2026. (Dok.kemenko perekonomian)

TURISIAN.com – Sektor pariwisata kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri yang ditopang oleh akomodasi serta penyediaan makan dan minum justru mencatat laju pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sektor pariwisata tumbuh 13,14 persen pada kuartal I 2026.

Angka itu menjadi yang tertinggi di antara seluruh sektor ekonomi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen.

“Terlepas dari ketidakpastian dan situasi global yang sulit diprediksi, Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 30 Juli 2026.

“Sektor pariwisata memimpin pertumbuhan sektoral dengan angka dua digit, yakni 13,14 persen,” sambungnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya mobilitas wisatawan. Pada Mei 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta orang.

Sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus sekitar 106,16 juta perjalanan. Keduanya meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Airlangga, perkembangan industri penyelenggaraan acara internasional juga mulai bergeser. Perjalanan bisnis kini tak lagi semata-mata berorientasi pada pekerjaan.

Melainkan dipadukan dengan aktivitas berwisata atau yang dikenal sebagai bleisure. Gabungan business travel dan leisure travel.

Destinasi wisata

Pola ini membuat pelaku perjalanan memperpanjang masa tinggalnya untuk menikmati destinasi wisata sebelum atau sesudah menyelesaikan urusan bisnis.

Fenomena tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menghubungkan penyelenggaraan berbagai event dengan destinasi-destinasi unggulan.

Dampaknya bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperluas perputaran ekonomi di daerah.

Pemerintah pun mendorong transformasi industri pariwisata melalui digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Langkah itu diwujudkan melalui program Pariwisata 5.0 yang mengintegrasikan teknologi digital, AI, serta analisis data untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih personal, efisien, dan berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan transformasi tersebut telah dimulai dengan peluncuran MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia).

Aasisten perjalanan berbasis AI yang membantu wisatawan menemukan destinasi sekaligus menyusun rencana perjalanan sesuai preferensi masing-masing.

“Melalui program unggulan Pariwisata 5.0, Indonesia terus mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata. Tahun lalu kami meluncurkan MaiA yang mempermudah penemuan destinasi. Sekaligus menjadikan proses perencanaan perjalanan lebih lancar dan personal,” kata Widiyanti.

Kegiatan MICE

Selain MaiA, Kementerian Pariwisata mengembangkan platform digital Event by Indonesia (EBI) sebagai pusat informasi penyelenggaraan berbagai agenda nasional.

Platform ini memuat data kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), seni budaya, olahraga, hingga agenda pariwisata di berbagai daerah.

Melalui ekosistem digital tersebut, pemerintah berharap industri event nasional semakin kompetitif sekaligus mampu menghadirkan penyelenggaraan acara yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan.

Sedangkan Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menilai pengembangan industri event dan MICE merupakan salah satu strategi penting.

Paling tidak untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata.

“Pengembangan industri event dan MICE dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus pengungkit daya saing pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah, menurutnya, kiniĀ  terus mendorong penguatan konektivitas, pengembangan destinasi berbasis event, dan pemanfaatan AI.

“Hal ini guna mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat MICE global,” ujar Haryo. ***

Pos terkait