TURISIAN.com — Menjelang penayangan perdana film Toy Story 5 pada 17 Juni 2026, Cinema XXI menghadirkan sejumlah instalasi tematik di Mal Gandaria City, Jakarta.
Sejak memasuki area pusat perbelanjaan itu, pengunjung disambut deretan karakter yang selama puluhan tahun menjadi ikon waralaba animasi produksi Pixar Animation Studios.
Instalasi dibangun di beberapa titik strategis mal. Karakter Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie tampil dalam dekorasi bernuansa kamar anak-anak.
Lengkap dengan balok huruf, bendera warna-warni, koper mainan, hingga catatan tempel berwarna cerah.
Seluruh elemen dirancang untuk menghidupkan suasana khas dunia Toy Story yang akrab bagi para penggemarnya.
Di area pintu masuk, sosok karakter baru, Lilypad, menjadi pusat perhatian. Karakter itu membingkai zona berwarna biru yang menampilkan judul film.
Sementara itu di sisi lain, berbagai figura tokoh Toy Story dipajang dalam etalase yang diterangi lampu sorot.
Karakter lain seperti Rex, Trixie, Dolly, dan trio Peas in a Pod juga ditampilkan dalam instalasi terpisah.
Adapun area dekat studio IMAX diubah menyerupai kamar Bonnie, lengkap dengan ornamen bunga dan dekorasi bernuansa lembut.
Di balik suasana ceria itu, film terbaru Toy Story membawa persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak masa kini.
Berdasarkan sinopsis yang dipublikasikan Cinema XXI, Woody, Buzz, Jessie, dan para mainan lainnya menghadapi ancaman yang tak pernah mereka temui sebelumnya: sebuah tablet pintar bernama Lilypad.
Jika pada film-film sebelumnya para mainan bersaing dengan perubahan pemilik atau pertambahan usia anak-anak. Kali ini mereka berhadapan dengan teknologi digital yang menyita perhatian generasi muda.
Lilypad digambarkan sebagai perangkat cerdas milik Bonnie yang membuat waktu bermain tradisional perlahan tergeser oleh layar elektronik.
Konflik itulah yang menjadi poros cerita Toy Story 5. Film berdurasi 1 jam 42 menit tersebut mengangkat pertanyaan yang relevan bagi banyak keluarga saat ini.
Apakah mainan masih memiliki tempat di tengah dominasi gawai, ataukah masa bermain seperti yang selama ini dikenal anak-anak mulai berubah bentuk. ***





