Jembatan Tertinggi Dunia yang Berubah Menjadi Magnet Wisata di Guizhou

Guizhou
Ilustrasi. Jembatan Zhangjiajie, Hunan, China. (Dok.Unsplash.com/Sergio Kian)

TURISIAN.com – Pada mulanya, Huajiang Grand Canyon Bridge dibangun untuk satu tujuan, mempersingkat perjalanan melintasi lembah curam di Provinsi Guizhou, China.

Kini, jembatan itu menjalankan fungsi yang jauh lebih luas. Selain menjadi penghubung antarkawasan, ia menjelma menjadi destinasi wisata yang mengundang ribuan orang datang.

Mereja datang hanya untuk menikmati pemandangan dari ketinggian.

Membentang di atas Huajiang Grand Canyon—lembah yang dijuluki Earth’s Crack atau “retakan bumi”.

Sebuah jembatan ini tercatat sebagai jembatan tertinggi di dunia jika diukur dari permukaan jalannya hingga dasar lembah.

Panjang keseluruhannya mencapai 2.890 meter, dengan bentang utama 1.420 meter yang ditopang konstruksi baja.

Sejak dibuka untuk lalu lintas pada September 2025, Huajiang Grand Canyon Bridge langsung mengubah pola mobilitas masyarakat.

Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu hampir dua jam kini dapat ditempuh hanya dalam dua menit.

Hambatan Geografis

Infrastruktur ini menjadi simbol bagaimana pembangunan mampu memangkas hambatan geografis yang selama puluhan tahun membatasi aktivitas warga.

Namun, daya tarik jembatan ini tak berhenti pada fungsi transportasi. Berdiri sekitar 626 meter di atas Sungai Beipan—setara dengan ketinggian gedung sekitar 200 lantai.

Jembatan ini menawarkan panorama yang sulit ditemukan di tempat lain. Dari atas, pengunjung dapat menyaksikan hamparan lembah yang diselimuti kabut dan lautan awan yang bergulung di antara tebing-tebing batu.

Lanskap dramatis itu menjadikan jembatan sebagai salah satu lokasi favorit wisatawan maupun pemburu fotografi.

Pemerintah setempat kemudian mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata terpadu. Wisatawan dapat menaiki lift menuju puncak menara jembatan untuk menikmati panorama dari dek observasi.

Di sisi tebing tersedia jalur kayu yang menggantung di atas jurang, menghadirkan sensasi berjalan di ketinggian.

Pencari Adrenalin

Bagi pencari adrenalin, pengalaman yang ditawarkan lebih ekstrem lagi. Huajiang Grand Canyon Bridge menjadi lokasi bungee jumping dari ketinggian sekitar 625 meter.

Menurut China Insider, aktivitas tersebut dikenakan tarif sekitar 2.999 yuan atau setara Rp6,7 juta per orang.

Atraksi lain yang tak kalah mencolok hadir pada malam hari. Jembatan ini menjadi lokasi pertunjukan air berskala raksasa yang memperoleh sertifikasi Guinness World Records.

Air dialirkan melalui jalur sepanjang 1,26 kilometer hingga membentuk tirai air raksasa, kemudian dipadukan dengan permainan sinar laser yang memantul di antara tebing-tebing lembah.

Pertunjukan itu mengubah kawasan yang sebelumnya hanya dikenal sebagai jalur transportasi menjadi panggung wisata modern.

Kehadiran jembatan juga membuka akses menuju berbagai destinasi lain di Guizhou. Wisatawan kini lebih mudah menjangkau desa-desa tradisional.

Mengenal kehidupan masyarakat etnis Miao dan Bouyei, hingga mengunjungi Kota Kuno Tianlong Tunbao yang berjarak lebih dari 100 kilometer dari kawasan jembatan.

Menjadi Homestay

Dampak ekonomi mulai terasa hingga ke desa-desa yang berada di bawah bentangan jembatan.

Menurut People’s Daily, rumah-rumah lama kini disewa investor untuk diubah menjadi homestay.

Sebagian anak muda yang sebelumnya merantau memilih pulang kampung untuk membuka usaha penginapan, kafe, maupun layanan wisata.

Perubahan itu tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan. Sepanjang tahun ini, kawasan Huajiang Grand Canyon Bridge telah menarik lebih dari 1,3 juta wisatawan dan dilalui sekitar 300 ribu kendaraan.

Di desa-desa sekitar jembatan telah berdiri 16 homestay, sementara 14 penginapan lainnya masih dalam proses pembangunan.

Huajiang Grand Canyon Bridge akhirnya menjadi contoh bagaimana sebuah proyek infrastruktur dapat melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Jembatan yang semula dibangun untuk memangkas waktu tempuh kini justru menghadirkan alasan baru bagi orang-orang untuk datang.

Menikmati lanskap, sekaligus menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di sekitarnya. ***

Pos terkait