TURISIAN.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan babak baru bagi kawasan Kota Tua. Kawasan yang menjadi saksi sejarah perkembangan Batavia itu akan direvitalisasi.
Salah satunya, dengan menghadirkan trem listrik dan menerapkan kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ).
Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta Denny Aputra mengatakan pembatasan kendaraan bermotor menjadi salah satu agenda utama dalam penataan kawasan tersebut.
“Kita akan membangun juga LEZ atau Low Emission Zone. Jadi kita akan membatasi kendaraan nanti ketika sudah jadi semuanya,” kata Denny di Kota Tua, Jakarta, Ahad, 14 Juni 2026.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata berkelas global tanpa meninggalkan jejak sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.
Pemerintah juga berencana menghidupkan kembali trem, moda transportasi yang pernah menjadi ikon Jakarta pada masa lalu.
Namun trem yang akan hadir nanti bukan sekadar reproduksi nostalgia.
Moda itu dirancang menggunakan tenaga listrik dan menjadi bagian dari sistem transportasi modern yang terintegrasi dengan jaringan angkutan massal ibu kota.
Menurut Denny, jalur trem direncanakan melintasi kawasan wisata Kota Tua hingga terhubung dengan sejumlah titik strategis, termasuk kawasan sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa.
Keputusan Pemerintah
Rincian trase masih menunggu keputusan pemerintah.
Revitalisasi Kota Tua tidak hanya berfokus pada aspek pariwisata. Pemerintah ingin menggabungkan fungsi pelestarian sejarah, ruang publik, dan transportasi berkelanjutan dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Kehadiran MRT, Transjakarta, serta Stasiun Jakarta Kota akan menjadi tulang punggung mobilitas menuju kawasan tersebut.
Denny mengatakan Gubernur DKI Jakarta memandang trem sebagai bagian penting dari narasi sejarah transportasi Jakarta yang layak dihidupkan kembali.
Kehadiran moda itu diharapkan tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga daya tarik wisata yang memperkuat identitas Kota Tua.
Target besar yang dibidik pemerintah adalah menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi unggulan Jakarta pada 2029.
Hal ini seiring dengan penyelesaian proyek MRT lintas Lebak Bulus–Kota yang saat ini masih menjadi prioritas pembangunan transportasi ibu kota.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, Kota Tua tak hanya menawarkan bangunan-bangunan bersejarah. Tetapi juga wajah baru kota yang lebih ramah lingkungan, terintegrasi, dan berpijak pada warisan masa lalu. ***





