Whoosh Percaya Diri Hadapi Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Bandung

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
Ilustrasi para calon penumpang kereta cepat Whoosh antre membeli tiket. (Generated by AI)

TURISIAN.com – Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung diperkirakan akan kembali memanaskan persaingan antarmoda transportasi di kawasan Bandung Raya.

Namun PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengaku tidak terlalu risau terkait reaktivasi Bandara Husein Sastranegara tersebut.

Pengelola kereta cepat Whoosh itu tetap optimistis layanan mereka akan menjadi pilihan masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara.

Manager Corporate Communications KCIC, Emir Monti, mengatakan daya tarik Whoosh tidak semata-mata terletak pada kecepatan perjalanan.

Menurut dia, kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu telah berkembang menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dicari para pelancong.

“Orang datang ke Indonesia bukan hanya untuk mengejar waktu tempuh yang cepat. Banyak juga yang ingin merasakan pengalaman naik Whoosh,” kata Emir di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 2 Juni 2026.

Bagi KCIC, status Whoosh sebagai kereta cepat pertama di kawasan Asia Tenggara menjadi nilai jual yang sulit ditiru moda transportasi lain.

Kereta tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga menjadi atraksi tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Karena itu, Emir menilai kehadiran kembali penerbangan komersial di Bandara Husein tidak serta-merta menggerus minat masyarakat menggunakan Whoosh.

“Whoosh punya keunggulan tersendiri yang menjadi magnet bagi orang untuk datang dan mencobanya,” ujar dia.

Optimisme itu, kata Emir, tercermin dari tingginya jumlah penumpang selama libur panjang Hari Lahir Pancasila dan Idul Adha.

Arus Wisatawan

Pada periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026, arus wisatawan yang menghabiskan liburan di Bandung Raya mulai kembali ke Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Pada puncak arus balik, jumlah penumpang Whoosh menuju Jakarta diperkirakan melampaui 22 ribu orang dalam sehari.

Angka tersebut didominasi wisatawan domestik, namun juga mencakup pelancong mancanegara yang memanfaatkan layanan kereta cepat itu.

Secara keseluruhan, KCIC mencatat penjualan tiket selama enam hari masa libur panjang mencapai sekitar 115 ribu hingga 120 ribu tiket.

Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring penyelesaian proses pencatatan perjalanan.

Bagi KCIC, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa minat masyarakat terhadap Whoosh tetap tinggi.

Setidaknya untuk saat ini, kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung itu masih mampu mempertahankan posisinya.

Setidaknya di tengah banyaknya pilihan moda transportasi yang tersedia. ***

Pos terkait