UMKM Dinilai Jadi Penggerak Nyata Ekonomi Rakyat, Henry Husada Sebut Perlu Perbanyak Event

Ekonomi Rakyat
Pertunjukan pencak silat pada pembukaan Bazar Lebaran Betawi di Kawasan Agro Cilangkap, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu lalu. (Instagram/@kotajakartatimur)

 

 

 

 

 

TURISIAN.com — Peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali mendapat sorotan sebagai salah satu penopang utama ekonomi rakyat.

Tokoh UMKM, Henry Husada, menegaskan kontribusi nyata sektor ini terlihat langsung di lapangan, terutama melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas dan budaya.

Salah satu contoh konkret, kata Henry, tampak dalam perhelatan Lebaran Betawi di kawasan Agro Wisata Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Dalam waktu hanya dua hari pelaksanaan, 18–19 April 2026, total omzet penjualan UMKM mencapai Rp57,3 juta.

“Ini baru satu kecamatan di Jakarta. Kalau seluruh daerah di Indonesia mendorong event seperti ini, maka bisa kita bayangkan besarnya dorongan ekonomi dari UMKM,” kata Henry, Selasa, 21 April 2026.

Menurut dia, capaian tersebut menegaskan bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Karena itu, peran serta pelaku usaha kecil harus terus diperkuat. Terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompetitif.

Data dari Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Timur mencatat, capaian omzet tersebut berasal dari 36 pelaku Jakpreneur yang berpartisipasi dalam bazar tahunan tersebut.

Sementara itu Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi, menyebut sektor kuliner menjadi penyumbang terbesar karena tingginya minat pengunjung.

“Penjualan tertinggi berasal dari sektor kuliner yang cukup diminati para pengunjung Lebaran Betawi Cipayung,” ujar Refi.

Bazar ini menghadirkan beragam produk, mulai dari makanan khas Betawi, kerajinan tangan, aksesoris, hingga busana.

Keanekaragaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati lokasi acara.

Salah satu pelaku usaha dengan capaian omzet tertinggi adalah Deanita Novianti melalui produk Buna Rara yang mencatat penjualan hingga Rp3,6 juta selama dua hari pelaksanaan.

Refi menjelaskan, para peserta bazar merupakan binaan lintas sektor di wilayah Kecamatan Cipayung. Terdiri dari 24 pelaku binaan Sudin PPKUKM, dua dari Sudin KPKP. Serta masing-masing satu peserta dari sejumlah dinas lainnya.

Ia menilai kegiatan ini efektif sebagai sarana promosi produk UMKM sekaligus mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha.

“Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi pelaku usaha,” kata Refi.

Seni Tradisional

Henry Husada, “Bapak UMKM” yang juga CEO Kagum Group. (Foto: Ist)

Selain bazar, perhelatan Lebaran Betawi juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti gambang kromong dan lenong.

Ada juga  tradisi khas seperti arak-arakan palang pintu dan Nyorog. Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya masyarakat yang hadir sepanjang acara.

Henry menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam kegiatan semacam ini perlu terus diperluas.

Dengan begitu, UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga bagian penting dalam pelestarian budaya lokal.

“Kegiatan seperti ini membuktikan UMKM bukan sekadar sektor pendukung, melainkan motor utama ekonomi rakyat,” ujarnya. ***

Pos terkait