Menyusuri Ruang Rekreasi  Surabaya, dari Tunjungan hingga Kalimas

Ruang Rekreasi
Gedung Tua di Kota Surabaya ini menjadi salah satu ikonik wisata yang sering dikunjungi wisatawan. (Dok.Pixabay.com/agus santoso)

TURISIAN.com – Surabaya bukan sekadar kota dengan gedung tinggi, pusat belanja, dan jalanan yang sibuk. Di balik denyut kota, ada jejak kolonial, kampung tua, sungai yang kembali menjadi ruang rekreasi.

Dan tentu saja, kuliner yang membuat perjalanan tak berhenti pada urusan melihat-lihat.

Saat long weekend Maulid Nabi 2026, sejumlah tempat di Surabaya bisa menjadi pilihan untuk pelesiran.

Ada Jalan Tunjungan yang ramai hingga malam, Kota Lama dengan bangunan peninggalan kolonial. Sampai Kampung Heritage Peneleh yang menyimpan potongan sejarah Indonesia.

Berikut beberapa ruang rekreasi yang bisa disambangi.

1. Jalan Tunjungan

Jalan Tunjungan adalah salah satu wajah lama Surabaya yang masih bertahan di tengah perubahan kota. Jika Bandung memiliki Jalan Braga, Surabaya punya Tunjungan.

Bangunan-bangunan tua berdiri di sepanjang jalan. Wisatawan bisa menyusurinya dengan berjalan kaki. Berhenti untuk berfoto, lalu mencari makanan di sejumlah tempat yang bertebaran di kawasan tersebut.

Pilihan kuliner antara lain Fork, Kokoro Kubari, Ah Pek Kopitiam, dan Dapoer Roemah.

Ketika malam turun, suasana Tunjungan berubah. Musik jalanan dan lalu-lalang pengunjung membuat kawasan ini semakin hidup.

Jam operasional tempat makan dan toko berbeda-beda. Sebagian buka sejak pukul 07.00 atau 10.00 WIB dan tutup sekitar pukul 22.00-23.00 WIB. Ada pula kafe yang beroperasi sepanjang hari.

2. Kota Lama Surabaya

Kota Lama Surabaya menawarkan perjalanan singkat ke masa lalu. Kawasan di sekitar Jalan Rajawali dan Jembatan Merah ini menyimpan sejumlah bangunan yang menjadi saksi perkembangan Surabaya pada masa kolonial.

Wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri kawasan sembari menikmati arsitektur bangunan tua. Kamera menjadi teman yang sulit ditinggalkan, terutama bagi pemburu foto.

Beberapa bangunan yang menarik untuk disambangi antara lain De Javasche Bank dan Gedung Internatio. Jembatan Merah juga menjadi bagian penting dari lanskap sejarah kawasan tersebut.

3. Park Shanghai

Tak semua perjalanan wisata di Surabaya harus berurusan dengan bangunan tua. Di kawasan Pakuwon City Mall, wisatawan dapat menemukan Park Shanghai, ruang terbuka dengan atmosfer Tiongkok tempo dulu.

Lokasinya berada di Jalan Raya Laguna KJW Putih Tambak Nomor 2, Kejawaan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo.

BACA JUGA: Destinasi Wisata Relegi, Menelusuri Jejak Islam di Surabaya Saat Ramadan

Park Shanghai menawarkan sejumlah titik foto, seperti Gate of Prosperity, Gate of Dragon, jembatan melengkung, dan pagoda.

Ketika malam tiba, lampion merah menyala dan membuat kawasan ini tampak berbeda dibandingkan siang hari.

Pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan atau hiburan yang digelar komunitas lokal.

Park Shanghai buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB, mengikuti jam operasional mal.

4. Kampung Heritage Peneleh

Peneleh menyimpan sejarah yang tidak pendek. Di kampung ini, wisatawan dapat melihat rumah kelahiran Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Kawasan tersebut berada di Jalan Makam Peneleh, Peneleh, Kecamatan Genteng.

Selain rumah kelahiran Soekarno, terdapat rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Tokoh pergerakan itu pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektual Soekarno muda.

Wisatawan juga dapat melihat Makam Belanda. Gang-gang kampung dan bangunan lama di Peneleh membuat perjalanan terasa seperti membuka kembali halaman sejarah Surabaya.

Kawasan Kampung Heritage Peneleh dapat dikunjungi pukul 06.00-20.00 WIB.

5. Wisata Perahu Kalimas

Kalimas menawarkan cara lain melihat Surabaya. Bukan dari balik kaca kendaraan, melainkan dari atas perahu.

Perjalanan dimulai dari Taman Prestasi dan mengarah ke kawasan Museum Kapal Selam. Sepanjang rute, wisatawan akan menemukan lampion serta sejumlah ruang publik dan titik wisata. Seperti Museum Pendidikan, Taman Ekspresi, dan Pasar Apung.

Perjalanan pada malam hari menawarkan suasana berbeda. Cahaya lampion memantul di permukaan sungai, sementara aktivitas kota berlangsung di kedua sisinya.

Wisata Perahu Kalimas memiliki tiga sesi. Sesi pagi berlangsung pukul 08.00-11.30 WIB dengan pembukaan tiket pukul 07.50 WIB.

Sesi siang berlangsung pukul 13.00-17.00 WIB dengan tiket dibuka pukul 12.50 WIB.

Adapun sesi malam berlangsung pukul 18.00-20.30 WIB dengan tiket dibuka pukul 17.50 WIB.

Sementara itu harga tiket mulai Rp10.000 per orang. Dengan tarif tersebut, wisatawan dapat menikmati perjalanan dari Taman Prestasi menuju Monumen Kapal Selam.

Surabaya, pada akhirnya, bukan kota yang hanya bisa dinikmati dengan terburu-buru. Ada jalan menuju ruang rekreasi yang meminta ditelusuri, bangunan yang mengajak menengok masa lalu.

Kampung yang menyimpan cerita, dan sungai yang menawarkan wajah kota dari sudut berbeda. Long weekend bisa menjadi alasan untuk mengenalnya lebih pelan.

Pos terkait